Perkuat Identitas dan Masa Depan Siswa, SMAN 16 Palembang Luncurkan Kartu Pelajar Berasuransi & TKA

0-0x0-0-0#

Sumsel.Sahabatrakyat.com, Palembang – SMAN 16 Palembang terus berinovasi dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan melalui peluncuran program kartu pelajar berasuransi serta Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi seluruh siswa kelas XII. Dua program strategis ini tidak hanya memperkuat identitas peserta didik, tetapi juga memberikan perlindungan dan membuka peluang lebih luas bagi masa depan mereka.

Ketua Komite SMAN 16 Palembang, DR (C) Ryan Gumay, SH., MH., CHRM., CTR, melalui Sekretaris Komite, Andi Supratman, SP., SH., MH., CPL., CPCLE, CPArh., CPA., CPC., CAM., CPM, menegaskan bahwa pelaksanaan program dilandasi semangat kolaborasi tanpa memberatkan orang tua.

“Sekolah ini butuh dukungan, namun bukan berarti semua harus dibebankan kepada orang tua. Dukungan dapat datang dari masyarakat luas yang peduli terhadap pendidikan. Kami tegaskan, tidak ada unsur paksaan,” ujar Andi, Sabru (27/09).

Program kartu pelajar berasuransi dibagikan secara bertahap untuk siswa kelas X, XI, dan XII. Kartu ini berfungsi ganda sebagai identitas resmi sekaligus perlindungan dasar bagi siswa dan guru dari berbagai risiko tak terduga.

“Seluruh pembiayaan program ini didukung oleh komite dan masyarakat melalui sistem partisipatif, tanpa pungutan wajib, sehingga dapat menjangkau seluruh peserta didik secara merata,” jelasnya.

Selain itu, SMAN 16 Palembang juga mempersiapkan seluruh siswa kelas XII untuk mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA). Program baru dari Kemendikdasmen sebagai syarat seleksi ke Perguruan Tinggi Negeri. Namun tidak menutup kemungkinan kedepan nantinya sertifikat TKA juga akan bisa digunakan untuk banyak hal seperti mengikuti seleksi sekolah Kedinasan, TNI/Polri, BUMN maupun dunia kerja ataupun masuk ke Perguruan Tinggi Swasta.

Operator sekolah, Rinaldi Yudha Pangestu, S.Pd., menyebutkan bahwa TKA merupakan kesempatan penting bagi seluruh siswa, bukan hanya mereka yang berprestasi akademik tinggi.

“TKA ini untuk semua siswa. Sertifikatnya bermanfaat luas sebagai bekal melanjutkan pendidikan atau bekerja. Karena itu, seluruh siswa wajib mengikuti ujian ini,” jelasnya.

Untuk mendukung pelaksanaan TKA, sekolah meminta orang tua dan siswa menandatangani Surat Kesiapan serta Surat Pernyataan Keikutsertaan. Mengingat keterbatasan komputer sekolah, sebagian besar siswa akan menggunakan laptop pribadi, sementara sekolah menyediakan perangkat cadangan. Simulasi TKA dijadwalkan Oktober dan ujian resmi berlangsung awal November 2025.

Program ini mendapat sambutan positif dari para siswa kelas XII. Sunnah Dilla Saputri, Afifah Saniah, Eva Sandria, Nadya Salsabila, dan Naura Salsabila Al Zahra mengakui manfaat nyata dari program kartu pelajar dan TKA.

“Kartu pelajar ini penting untuk persiapan kuliah dan kedinasan. Kami sudah menerimanya, prosesnya memang bertahap, tapi manfaatnya besar,” ujar Nadya.

Mereka juga menunjukkan sikap kritis terhadap berbagai isu negatif yang beredar.

“Kami yang merasakan langsung perubahan positif di sekolah. Kalau ada kabar miring, kami siap meluruskannya dengan fakta,” tegas mereka.

Para siswa mengajak seluruh warga sekolah dan masyarakat untuk tidak mudah percaya isu yang belum jelas kebenarannya, serta bersama-sama menjaga citra positif sekolah.

“Cari tahu kebenarannya dulu sebelum percaya isu. Mari kita bangun sekolah bersama, bukan saling menjatuhkan,” tambah mereka.

Dukungan juga datang dari kalangan orang tua. Rani, wali murid, membantah isu tentang kewajiban pembayaran ujian.

“Anak saya sekolah dari kelas 10 sampai 12 tidak pernah mengalami kendala ujian karena SPP. Bahkan kami pernah menerima bantuan dari sekolah. Jadi informasi negatif itu tidak benar,” tegasnya.

Rangkaian program inovatif ini menjadi bukti nyata komitmen SMAN 16 Palembang dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, transparan, dan berorientasi pada kemajuan siswa. Dukungan kolaboratif dari komite sekolah, masyarakat, siswa, dan orang tua menjadi fondasi kuat dalam memajukan dunia pendidikan.

Diharapkan melalui program ini, seluruh siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang beridentitas kuat, terlindungi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(Rudi)