Sumsel.Sahabatrakyat.com, Palembang – Inovasi ketahanan pangan berbasis lingkungan ditunjukkan para guru SMK Negeri 2 Palembang dengan menyulap lahan kosong di lingkungan sekolah menjadi area pertanian produktif yang hijau dan bermanfaat. Program yang diberi konsep “Dapur Hidup” ini menjadi langkah nyata sekolah dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus edukasi karakter bagi peserta didik.
Ketua Kompetensi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Daman Huri, S.Kom, mengatakan pemanfaatan lahan tidur tersebut berangkat dari kepedulian terhadap potensi lingkungan sekolah yang selama ini belum tergarap maksimal.
“Meski kami berlatar belakang teknologi informasi, kami ingin membuktikan bahwa lahan kosong bisa dihidupkan dan memberi manfaat. Saat ini kami menanam cabai, terong, dan tomat. Prosesnya sekitar dua hingga tiga bulan dari pengolahan tanah hingga panen,” ujar Daman, Senin (19/1).
Ia menjelaskan, hasil panen ke depan tidak hanya untuk kebutuhan internal sekolah, tetapi juga diarahkan untuk mendukung program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu, program ini diharapkan menjadi gerakan bersama seluruh warga sekolah dalam membangun kemandirian pangan.
“Pemanfaatan lahan ini kami harapkan menjadi motor penggerak sekolah yang produktif, edukatif, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Isropil, S.Pd, Ketua Kompetensi Keahlian Teknik Sepeda Motor (TSM). Menurutnya, program ini juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai agraris kepada siswa meskipun mereka menempuh pendidikan di bidang teknik.
“Lahan ini sudah kami buka sejak tiga bulan lalu. Dari bibit kecil kita rawat hingga berbuah. Ini pesan penting bagi siswa bahwa Indonesia adalah negara agraris dengan potensi alam yang besar dan tidak boleh dilupakan,” tegas Isropil.
Ke depan, para guru SMKN 2 Palembang berencana mengembangkan program Dapur Hidup dengan menanam berbagai jenis tanaman buah yang memiliki ketahanan tinggi terhadap perubahan cuaca ekstrem, baik curah hujan tinggi maupun panas terik khas Kota Palembang.
Melalui inovasi ini, SMKN 2 Palembang tidak hanya menghadirkan pembelajaran berbasis praktik dan karakter, tetapi juga membuktikan bahwa pendidikan dapat tumbuh dari kepedulian terhadap lingkungan. Dengan kreativitas dan kolaborasi, lahan sempit pun mampu menjadi sumber pangan dan pembelajaran bermakna bagi generasi muda.(Rudi)








