Palembang – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menargetkan sebanyak 50.000 orang divaksin COVID-19 dalam kegiatan vaksinasi serentak di 129 titik di daerah tersebut.
Gubernur Sumsel Herman Deru di Palembang, Jumat, mengatakan kegiatan ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menginstruksikan agar provinsi, kota dan kabupaten mempercepat vaksinasi COVID-19 untuk merespons meningkatnya kasus varian Omicron.
“Penularan varian Omicron diketahui lebih cepat dari varian Delta yang sebelumnya sempat mewabah. Sebab itu, dibutuhkan pula respon cepat dalam menghadapinya,” kata Herman Deru saat memantau kegiatan vaksinasi di Gedung Eks Giant Jalan Soekarno Hatta Palembang.
Omicron ini penyebarannya sangat cepat dibanding varian Delta, indkasinya adalah tingkat Bed Occupancy Ratio (BOR) di Sumsel saat ini sudah mencapai 40 persen. Namun demikian, angka keterisian ruang ICU Sumsel hanya 20 persen.
Pemberian vaksinasi di Sumsel saat ini lebih difokuskan pada dosis kedua karena realisasi belum mencapai 70 persen, sedangkan untuk dosis kedua sudah mencapai 91 persen.
“Saya sudah instruksikan kabupaten dan kota untuk segera bergerak agar vaksinasi dosis kedua ini rampung,” kata dia.
Tidak hanya itu, lanjutnya, pemberian vaksinasi tersebut juga menyasar lansia dan anak-anak.
”Data menunjukkan 60 persen kasus meninggal dunia akibat Omicron terjadi pada lansia dan masyarakat yang belum melakukan vaksinasi lengkap,” kata dia.
Berdasarkan data terbaru Satgas COVID-19 Sumsel per 17 Februari 2021, terjadi penambahan kasus positif sebanyak 1.195 orang dengan 934 kasus berada di Palembang.
Saat ini terdapat 67.641 kasus terkonfirmasi positif di Sumsel dengan 242 orang dirawat di rumah sakit dan sisanya melakukan isolasi mandiri.
Saat ini realisasi dosis satu untuk vaksinasi COVID-19 mencapai 91,72 persen dari total cakupan 5,7 juta jiwa, sedangkan untuk dosis kedua mencapai 60,02 persen.
Sedangkan, untuk realisasi vaksinasi untuk lansia mencapai 68,34 persen untuk dosis pertama dari total sasaran 597.071 orang, dan dosis kedua 44,25 persen.
Sementara untuk vaksinasi anak-anak usia 6-11 tahun untuk dosis pertama mencapai 77,66 persen dari total sasaran 899.622 orang, dosis kedua mencapai 24,19 orang. (Ant)





