Sumsel.Sahabatrakyat.com, Palembang – Perumda Tirta Musi Palembang menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan air bersih kepada masyarakat melalui berbagai pembenahan, termasuk peluncuran aplikasi pengaduan berbasis digital yang dapat diakses selama 24 jam.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Perumda Tirta Musi Palembang, Ir. Teddy Andrian, ST, IPM, ASEAN Eng, usai mengikuti kegiatan reses Anggota DPRD Kota Palembang Masa Persidangan II Tahun 2026 Daerah Pemilihan (Dapil) I yang meliputi Kecamatan Bukit Kecil, Gandus, Ilir Barat I, dan Ilir Barat II, yang berlangsung pada 23 hingga 25 April 2026.
Menurut Teddy, berbagai aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui anggota dewan menjadi bahan evaluasi penting bagi perusahaan daerah tersebut, terutama terkait peningkatan pelayanan pelanggan.
“Ada banyak masukan yang kami terima, khususnya terkait tekanan air, jam layanan, hingga gangguan pasokan di lapangan. Ini menjadi fokus utama kami untuk segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) guna mempercepat penanganan keluhan masyarakat, sehingga tidak lagi memerlukan waktu lama dalam proses tindak lanjut.
Sebagai langkah inovatif, Tirta Musi tengah menyiapkan aplikasi berbasis Play Store yang memungkinkan pelanggan menyampaikan keluhan secara langsung dan terpantau secara real time. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat cukup mengunggah foto, mencantumkan identitas serta lokasi, sehingga laporan dapat segera diproses oleh tim teknis.
“Dengan aplikasi ini, masyarakat tidak perlu lagi kesulitan mencari informasi. Semua bisa dilakukan dari genggaman tangan, mulai dari pelaporan hingga pemantauan progres penanganan,” katanya.
Ia menargetkan aplikasi tersebut dapat diluncurkan pada Mei 2026, setelah melalui tahap finalisasi, termasuk penentuan nama yang saat ini masih dalam proses pembahasan bersama Pemerintah Kota Palembang dan Dewan Pengawas.
Teddy juga mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar terhadap berbagai kendala layanan yang masih terjadi, mengingat keterbatasan sarana dan prasarana serta sumber daya manusia.
“Kami pastikan setiap keluhan akan ditindaklanjuti sesuai skala prioritas, baik ringan, sedang, maupun berat. Untuk keluhan ringan, kami upayakan dapat diselesaikan secepat mungkin,” ujarnya.
Selain itu, terkait praktik pencurian air, pihaknya masih terus melakukan identifikasi di lapangan dengan mengedepankan pendekatan persuasif. Ia tidak menutup kemungkinan akan melibatkan pihak lain apabila ditemukan pelanggaran yang signifikan.
“Kami akan terus melakukan pendekatan secara humanis, namun tetap tegas jika ditemukan pelanggaran,” kata Teddy.
Melalui berbagai langkah tersebut, Tirta Musi berharap dapat meningkatkan kualitas pelayanan air bersih sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat di Kota Palembang.(Rudi)










