Sumsel.Sahabatrakyat.com, Palembang – Upaya memperkuat peran Sumatera Selatan sebagai simpul logistik nasional kian nyata dengan digelarnya sosialisasi pengusahaan area konsesi pelabuhan di perairan Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin. PT Benua Laut Lepas (BLL) mengambil langkah strategis ini sebagai bagian dari pengembangan kawasan maritim yang diharapkan mampu mendorong efisiensi distribusi, meningkatkan daya saing ekspor, serta menarik investasi di sektor pelabuhan.
Acara yang berlangsung di Ballroom Hotel The Alts Palembang tersebut dihadiri Gubernur Sumatera Selatan yang diwakili Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumsel H. Aries Irwan Wahyu, S.STPi., M.Si., Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI Muhammad Masyhud, serta sejumlah unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, dan asosiasi pelaku usaha pelayaran dan logistik.
Direktur Utama PT Benua Laut Lepas, Alvin Reynaldi Setiawan, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengelolaan area konsesi pelabuhan ini diharapkan menjadi solusi atas tantangan efisiensi logistik di Sumatera Selatan, khususnya dalam mendukung aktivitas ekspor komoditas unggulan seperti batu bara.
“Fokus kami adalah bagaimana aktivitas logistik di kawasan ini dapat berjalan lebih tertata, aman, transparan, dan efisien. Pengelolaan yang baik tidak hanya berdampak pada perusahaan, tetapi juga pada ekosistem logistik secara keseluruhan,” ujar Alvin.
Ia menambahkan, keberhasilan pengusahaan kawasan pelabuhan tidak dapat dilakukan secara sendiri, melainkan membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah, regulator, aparat, dan pelaku usaha. Sosialisasi ini, kata dia, menjadi ruang untuk menyamakan persepsi sekaligus membangun kolaborasi yang berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua DPC Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Kota Palembang, Kurmin Halim, menilai kegiatan sosialisasi ini merupakan langkah penting dalam mempercepat pembangunan kawasan strategis di Banyuasin yang memiliki potensi besar sebagai simpul logistik regional.
“Pengusahaan area konsesi harus dilakukan secara transparan dan akuntabel, sehingga mampu memberikan kepastian hukum, meningkatkan investasi, serta tetap memperhatikan aspek lingkungan dan kepentingan masyarakat,” kata Kurmin.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan pengelolaan pelabuhan yang modern dan efisien, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala DKP Sumsel, Aries Irwan Wahyu, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas langkah PT Benua Laut Lepas yang telah memperoleh konsesi dan mulai melakukan sosialisasi kepada para pemangku kepentingan.
Ia menilai pengembangan pelabuhan di Tanjung Carat akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kapasitas logistik dan daya saing daerah.
“Kami berharap pengelolaan kawasan ini benar-benar mampu mendukung aktivitas ekonomi, meningkatkan efisiensi distribusi, serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat Sumatera Selatan,” ujar Aries.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, seluruh pihak diharapkan memperoleh pemahaman yang komprehensif terkait regulasi, mekanisme, serta peluang dalam pengusahaan area konsesi pelabuhan.
Dengan demikian, pengembangan kawasan Tanjung Carat dapat berjalan optimal dan berkelanjutan sebagai salah satu pusat logistik unggulan di Indonesia.(Rudi)









