Sumsel.SahabatRakyat.com. PALEMBANG (26 Mei 2026) Capaian gemilang sektor pangan nasional menorehkan catatan positif di tengah upaya mewujudkan kemandirian ekonomi. Berdasarkan data terbaru, Indonesia berhasil mencatatkan surplus signifikan pada sejumlah komoditas pokok, di antaranya Telur Ayam Surplus sebesar 349 ribu ton. Minyak Goreng, Surplus sebesar 3,55 juta ton. Gula Konsumsi, Surplus sebesar 595 ribu ton. Melimpahnya stok dalam negeri ini langsung direspons oleh Kementerian Pertanian dengan melepas berbagai komoditas surplus ke pasar global, termasuk mencatatkan lonjakan ekspor komoditas unggas dan telur ke negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia demi mendongkrak devisa negara.
Langkah ekspor ini menjadi bukti konkret bahwa blueprint kedaulatan pangan dan pengelolaan sumber daya alam yang dirancang dalam Asta Cita berada di jalur yang tepat.
Menanggapi capaian tersebut, Dewan Pimpinan Daerah Brigade Rakyat Nusantara (BRN) Provinsi Sumatera Selatan berharap surplus pangan ini dapat terus dipertahankan dan didistribusikan secara adil melalui jaringan Koperasi Desa Merah Putih di seluruh pelosok desa di Bumi Sriwijaya.
“Data Kementan dan Bapanas sudah berbicara. Kita surplus beras, jagung, hingga telur dan daging ayam, bahkan sudah bisa ekspor. Ini bukti nyata tanah kita kaya. Dari Sumatera Selatan, kami siap mengawal dan memastikan Koperasi Desa Merah Putih di wilayah kami menjadi motor penggerak utama dalam menyerap hasil bumi lokal dan menyukseskan swasembada ini,” ujar Ki Edi Susilo, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Brigade Rakyat Nusantara (BRN) Provinsi Sumatera Selatan.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta pengawalan ketat dari elemen masyarakat seperti Brigade Rakyat Nusantara, program Asta Cita diharapkan dapat segera mengakar kuat di Provinsi Sumatera Selatan, demi terwujudnya Indonesia yang berdaulat secara ekonomi dari tingkat desa.( O)







