Tak Biarkan Korban Kebakaran Sendirian, Warga dan Pengusaha Bersatu Dirikan Kembali Rumah di Kampung Meranjat

0-0x0-0-0#

Sahabatrakyat.com, Palembang – Api meluluhlantakkan rumah seorang warga Kampung Meranjat, Jalan Hasan Basri, pada 29 Agustus 2026. Tak ada lagi bangunan yang tersisa setelah seluruh isi rumah hangus terbakar.

Namun, keluarga korban tidak dibiarkan menghadapi kesedihan itu sendirian.

Sepekan setelah musibah, tangan-tangan warga mulai bekerja. Minggu (6/9/2026), masyarakat RT 01 Kelurahan Sukamulya Kecamatan Sematang Borang bersama tokoh masyarakat dan sejumlah pihak meletakkan batu pertama untuk membangun kembali rumah korban.

Tak hanya tenaga yang diberikan. Bantuan material juga mengalir. H. Juharman, S.H., Direktur Utama PT Akbar AlFarizi, yang menyumbangkan berbagai kebutuhan pembangunan, mulai dari batu bata, koral, pasir, semen hingga besi.

Di lokasi, suasana gotong royong terasa hangat. Para warga bekerja bahu-membahu. Kaum ibu pun tidak mau ketinggalan dengan menyediakan makanan dan minuman untuk mereka yang bekerja.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa ikut membantu. Ini berawal dari inisiatif warga Kelurahan Sukamulya Kecamatan Sematang Borang untuk mengadakan kerja sama dan gotong royong,” kata H. Juharman.

Ia mengatakan pembangunan rumah akan dilakukan secara bertahap setiap akhir pekan.

“Warga yang ikut bekerja juga mempunyai kegiatan masing-masing pada hari biasa. Jadi setiap minggu kita gotong royong sampai selesai,” ujarnya.

Kapolsek Sako Palembang Kompol Makmun Nartawinata, S.H., M.Si., yang hadir dalam peletakan batu pertama, mengapresiasi kepedulian masyarakat.

“Ini kegiatan sosial. Atas kepedulian perangkat kelurahan, kesatuan dan persatuan masyarakat, sehingga dilakukan pembangunan kembali rumah ini,” ungkapnya.

Kompol Makmun menilai kebersamaan masyarakat menjadi modal penting dalam membantu warga yang sedang menghadapi musibah.

Sementara itu, H. Romli yang mewakili keluarga korban dan tokoh masyarakat menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu.

“Kami atas nama ahli musibah mengucapkan ribuan terima kasih, terutama kepada Bapak Haji Juharman beserta keluarga atas kepeduliannya. Mudah-mudahan material yang diberikan menjadi amal ibadah,” katanya.

Ia juga mengapresiasi kehadiran Kapolsek Sako, Ketua RT 01 RW 01 dan seluruh masyarakat yang terlibat.

“Insyaallah kegiatan gotong royong ini akan terus kami pantau bersama sampai selesai,” tambahnya.

Dari hasil pemeriksaan dan olah TKP, kebakaran yang terjadi pada 29 Agustus tersebut diduga berasal dari korsleting arus listrik pada bagian atap rumah.

Tak lupa, Kompol Makmum menghimbau warga untuk memastikan kompor telah dimatikan sebelum bepergian serta mematikan lampu dan peralatan listrik yang tidak diperlukan. Kondisi sekring dan instalasi listrik juga perlu diperiksa secara berkala.

Peristiwa itu sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap potensi kebakaran. Sebab, satu musibah bisa datang dalam hitungan menit. Tetapi di Kampung Meranjat, kepedulian puluhan orang menunjukkan bahwa untuk bangkit kembali, sebuah keluarga tidak harus berjalan sendirian.(Rudi)