SUMSEL, SahabatRakyat.com,- Milad ke-45 Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), 03 September 1977 – 03 September 2022 dengan tema “Membangun pemuda remaja masjid yang tangguh, kreatif untuk kejayaan ummat dan bangsa”. Diselenggarakan Masjid Agung Palembang, Minggu (04/09/2022).
Di hadiri H. Said Aldi Al Idrus Ketua DPP Bkprmi, H. Ahmad Rizkon Sekjen DPP Bkprmi, Firdaus SH Ketum DPW Bpkrmi Sumsel, Novi Iryansyah S.PD.I Sekum DPW Bkprmi Sumsel, H.M. Irfan Fahriansyah M.Kes Ketua DPD Bkprmi Palembang, Imron S.PD.I MM Sekum DPD Bkprmi Palembang, Fikri Hami SH Bendum Bkprmi Palembang, Handi Saputra M.pd Dirda Lpptka Bkprmi Palembang.
H.M. Irfan Fahriansyah M.Kes Ketua DPD Bkprmi Palembang mengatakan bahwa hari ini merupakan ulang tahun Bkprmi yang ke-45, “Alhamdulillah kita melakukan serangkaian kegiatan mulai dari perlombaan anak-anak, santunan bagi santri duafa dan yatim, kemudian santunan bagi ustadz dan ustadzah yang diambil dari setiap kecamatan,” Ujarnya.
“Kita mengadakan kegiatan khitanan masal gratis untuk santri, pembersihan masjid, pembinaan bagi ustad ustadzah, inilah momentum ulang tahun yang membuat kita semakin semangat. kegiatan kedepan yang sempat tertunda seperti peningkatan kapasitas dan kemampuan guru ngaji serta pelatihan standarisasi bagi ustad ustadzah, bisa kita laksanakan dengan berakhirnya pandemi covid,”Paparnya.
Lanjut Irfan menuturkan, kita menyemangati ustad ustadzah dan santri karena umur Bkprmi sangat matang diusia 45 tentunya kita harus triker, perlu penyemangat sehingga kegiatan-kegiatan kualitas dan standar proses ditingkat TPA tetap optimal.
“kita mengandeng pihak-pihak seperti lembaga AMIL, lembaga swasta yang memiliki sumber daya sehingga mereka terbantu dan terpantau zakat juga infaq. kita membantu ustadz ustadzah mendapatkan santunan karena mereka perlu perhatikan, setidaknya ada 2000 lebih ustad ustadzah di Palembang.
Menurutnya, bantuan itu di prioritaskan dari sisi senior, usia pengajar di atas 30 tahun, terlebih di utamakan yang kurang mampu, dipilih berdasarkan dedikasi paling optimal yang dipilih oleh badan pengurus kecamatan.
“Kita harapkan kedepannya perhatian dari pihak pemerintah terhadap nasib ustadz dan ustadza lebih optimal, karena ditangan merekalah anak-anak kita titipkan moralitas, spiritual ditengah tantangan pornografi, narkoba, sex bebas, dampak dari kebebasan yang sangat berbahaya bagi anak-anak kita,”Terangnya.
Irfan berpesan kepada para anggota Bkprmi untuk terus menjaga dan merawat semangat pendahulu yang mendirikan Bkprmi, semangat dakwah, semangat pembina. (Rudi).










