Palembang – Bank Syariah Indonesia mendorong peningkatan pangsa pasar perbankan syariah di Tanah Air karena sejak beberapa tahun terakhir bertahan di kisaran 5,0 persen.
CEO BSI Region III Sumbagsel Alhuda Djanis di Palembang, Senin, mengatakan, optimis dapat mendobrak stagnasi pangsa pasar ini karena kini menjadi perbankan syariah terbesar di Indonesia dengan nilai aset Rp260 triliun.
“Dengan kekuatan saat ini, kami optimistis ke depan semakin banyak yang tertarik untuk benar-benar memanfaatkan perbankan syariah dalam kehidupan sehari-hari,” kata Alhuda.
Ia mengatakan selama ini perbankan syariah di Tanah Air memiliki kekuatan modal yang masih kalah dari bank-bank konvensional.
Kondisi itu membuat produk-produk perbankan syariah menjadi berbiaya tinggi sehingga kurang diminati sebagian masyarakat.
Namun, kondisi itu tidak terjadi lagi karena setelah terjadi merger antar tiga perbankan syariah milik pemerintah maka produk-produk yang dihasilkan pun menjadi lebih berdaya saing.
Untuk lebih mengoptimalkan keunggulan tersebut, BSI akan menggencarkan sosialisasi dan literasi mengenai keuangan syariah ke masyarakat untuk tentunya meningkatkan pangsa pasar secara nasional.
Apalagi, sebagai bank baru yakni mulai diperkenalkan ke masyarakat pada 1 Februari 2021 maka dibutuhkan upaya serius agar masyarakat sebenarnya menyakini kekuatan perbankan syariah.
Baca juga: BSI komitmen dukung sektor UMKM lewat program Talenta Wirausaha
Sejauh ini, pihaknya mencatat terdapat dua karakteristik nasabah terkait keuangan syariah, yakni yang tidak mempermasalahkan keuntungan dan yang sangat memperhatikan keuntungan.
“Ada 20 persen yang tidak terlalu mementingkan keuntungan, tapi yang penting syariah. Tapi ada juga yang sangat memperhatikan rate pembiayaan dan lain-lain, ini yang kami jawab dengan memberikan pelayanan optimal,” kata dia.
Pelayanan optimal itu berupa layanan digital karena saat ini BSI sudah memiliki infrastruktur yang setara dengan perbankan konvensional papan atas Tanah Air.
“Bahkan di fitur mobile banking terdapat kanal untuk berzakat dan berkurban, yang belum tentu dimiliki bank-bank konvensional,” kata dia.
Melalui upaya ini, BSI berharap sistem keuangan syariah benar-benar menelusup ke dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim. (Ant)








