Hari Air PUPR Kota Palembang TalkShow ” Water For Shared Prosperity atau Air untuk Kesejahteraan Bersama”

Sumsel.SahabatRakyat.com,- Talkshow peran multi pihak dalam pengelolaan banjir kota Palembang, dalam rangka hari air dunia “Water For Shared Prosperity” atau “Air Untuk Kesejahteraan” yang diselenggarakan oleh Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Kota Palembang yang di gelar di ruang Parameswara Setda kota Palembang, Jum’at (24/02/2024).

Hadir sebagai narasumber talkshow, Ketua PII Wilayah Sumatera Selatan Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaf, MSCE, Senior Lecturer IHE Delft Belanda DR. FX. Suryadi, DANDIM 0418 Kota Palembang Kolonel Czi Arief Hidayat, M. Han, Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera VIII Feriyanto Pawenrusi, ST.,MT, Ahli Pengelolaan Lahan Rawa Universitas Sriwijaya Prof. Dr. Momon Sodik Imanudin, SP., M.Sc, Kepala Dinas PUPR Kota Palembang Ir. H. Akhmad Bastari, ST., MT., IPM., ASEAN Eng, Kabid Sumber Daya Air. Irigasi dan Limbah PUPR kota Palembang Ir. R.A. Marlina Sylvia, ST.,M.Si., M.Sc.,IPU.,ASEAN Eng.

Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaf, MSCE, selaku Ketua PII Wilayah Sumatera Selatan mengatakan, Bahwa permasalah banjir ini merupakan masalah bersama, yang harus dicari jalan keluarnya tanpa saling menyalahkan, salah satunya penyebabnya adalah adanya gangguan pada daerah aliran air.

“Saya mengimbau kepada semua masyarakat yang mendirikan bangunan diatas saluran air yang dapat mempengaruhi kecepatan air, dan termasuk yang mengambil bantaran sungai, kembalikanlah karena bantaran punya air. Bantaran sungai adalah tepi dari sungai, tempat air mengalir itu harus dikosongkan karena terjadi over load samping kiri kanan,” Ujar Mantan Rektor Unsri 2019-2023.

Anis meminta Pemerintah Kota Palembang untuk lebih teliti lagi dalam mengatasi permasalah banjir ini, serta meminta untuk dikembalikan fungsi dari aliran air tersebut secara bertahap jika ingin Palembang tidak ingin terjadi banjir.

“Sebenarnya ini bukan banjir tapi lebih ke genangan, kalau banjir biasanya ada korban, rumah hancur, kalau ini cuma genangan air yang naik tapi masuk bilik rumah itu masalahnya. Jika kita lakukan bersama-sama dengan masyarakat, pemerintah termasuk perangkat Kecamatan, Kelurahan, RT/RW bergerak semua, saya yakin masyarakat peduli asal diajak, kalau tidak ajak mereka jadi penonton,” Tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Palembang Ir. H. Akhmad Bastari, ST., MT., IPM., ASEAN Eng menambahkan, Disini kita kolaborasi dalam antisipasi permasalah banjir di kota Palembang, ada tiga hal yang harus kita kurangi, pertama mengurangi waktu genangan, Kedua mengurangi Ketinggian genangan, dan Ketiga mengurangi luasan genangan, karena untuk menjadikan zero genangan itu tidak mungkin.

“Jadi yang kita kurangi itu, waktunya diusahakan setelah hujan, ketinggiannya tidak lebih 30 cm, luasan genangan jangan sampai mengganggu aktivitas warga. Itu yang kita coba kendalikan, tidak bisa hanya satu tapi harus kolaborasi antara pemerintah kota, pusat agar suasana kota Palembang tidak banjir,” ujarnya.

Menurutnya, Ada empat penyebab banjir, diantaranya: Pertama, karena adanya pasang surut. Kedua, tekanan air dari gunung. Ketiga, hujan lebat. Keempat, berkurangnya ruang air. Hal inilah yang menjadi faktor terjadinya banjir di wilayah kota Palembang.

“Para Sejarawan, Budayawan, Ahli Sejarah menjelaskan bahwa dulu 100 tahun yang lalu sungai di Palembang ini ada 726, sekarang tinggal 114, terjadi kekurangan tempat untuk air. Itulah yang kita sediakan lagi, kita akan menambah ruang ruang air, kita bersihkan saluran air, sungai yang terdapat sampah kita bersihkan agar beberapa volume air bertambah. Debit air, volume air kita bongkar lagi, kita sediakan dan ini tugas kita supaya menambah ruang air dan meminta warga jangan buang sampah sembarangan,” Pungkasnya.