Hari Keenam KKN: Jalan-Jalan Sambil Belajar ke Salah Satu Rumah Produksi Tahu dan Tempe

Sumsel.Sahabatrakyat.com, Palembang – Sore mulai menyapa tepat pada pukul 16.00 WIB, Minggu (13/7/2025) kami memutuskan berjalan-jalan mengunjungi salah satu rumah produksi tempe. Lokasi rumah produksi tersebut berada di Jalan Tanjung Sari II tepatnya di Lorong Kopti I, Kecamatan Kalidoni, Palembang.

Rumah tempe tersebut telah berdiri sejak tahun 1992. Dengan jumlah karyawan sebanyak 15 orang. Berdasarkan hasil sesi tanya jawab kami lakukan, usaha tersebut dimulai saat sang pemilik rumah tempe telah lulus dari sekolah. Kemudian Pak Chairudin, panggilan akrabnya, pindah ke Bukit Sangkal dan memulai usahanya.

Rumah tempe tersebut diketahui menghasilkan tempe sepanjang 2 meter dengan ketahanan 2 sampai 3 hari. Omset penjualan perbulannya sendiri dapat mencapai berkisar 10 juta rupiah. Untuk pemasaran sendiri masih melalui proses manual, yaitu dari mulut ke mulut dan telah memiliki pasar penggorengan sendiri seperti ke rumah Sakit Bhayangkara dan usaha katering.

Selain tempe, Pak Chairudin juga membuat usaha tahu yang beberapa langkah berseberangan dengan rumah produksi tempenya. Usaha tahu tersebut berdiri sejak tahun 1988. Untuk proses perebusan tahu membutuhkan waktu sekitar 2 jam, lalu pada hari keempat tahu siap didistribusikan ke pasar.

Sama seperti usaha tempe, jumlah karyawan dalam rumah produksi tahu sebanyak 15 orang. Untuk pembuatan tahu sendiri, mula-mula kedelai dicuci bersih. Kemudian disaring dan direbus. Kedelai yang telah bersih lalu diberi daun kemangi dan didiamkan semalaman. (Red)