Koalisi Masyarakat Puisi Rayakan Keberagaman Lewat Panggung Inklusi, Suara Anak Berkebutuhan Khusus Menggema di Palembang

Sumsel.Sahabatrakyat.com, Palembang – Rangkaian Pesta Apresiasi Sastra Peserta Didik Sumatera Selatan 2025 resmi ditutup dengan kegiatan penuh makna, yaitu Panggung Puisi Anak Berkebutuhan Khusus yang digelar di Gedung YPAC Palembang, Kamis (16/10).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Koalisi Masyarakat Puisi ini menjadi penutup dari empat agenda besar apresiasi sastra yang dilaksanakan tahun ini. Acara tersebut dihadiri oleh Anwar Putra Bayu, Ketua Koalisi Masyarakat Puisi, para juri, Dra. Ny. Yulia Helmy Ketua YPAC Palembang, dewan pengawas, guru, dan orang tua murid.

Dalam sambutannya, Anwar Putra Bayu mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi momen penting untuk mengangkat keberanian dan kreativitas anak-anak berkebutuhan khusus melalui sastra.

“Dari empat kegiatan, Panggung Puisi Anak Berkebutuhan Khusus ini menjadi yang paling istimewa. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat berlanjut setiap tahun sebagai bagian dari fasilitasi sastra oleh Badan Bahasa Pusat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya perhatian negara terhadap anak-anak berkebutuhan khusus agar mereka tidak lagi terpinggirkan.

“Selama ini, anak-anak berkebutuhan khusus belum memiliki ruang khusus dalam bidang sastra, drama, atau musik. Padahal, negara menjamin hak dasar anak-anak, termasuk hak untuk berekspresi. Kegiatan seperti ini harus menjadi program berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Dra. Ny. Yulia Helmy, Ketua YPAC Palembang, mengungkapkan rasa bangga dan haru atas semangat anak-anak dalam mengikuti kegiatan ini.

“Di YPAC, kami membina anak-anak berkebutuhan khusus sejak tahun 1959, mulai dari tuna rungu, tuna daksa, hingga tunagrahita ringan dan sedang. Hari ini sekitar 20 anak tampil membacakan puisi, dan luar biasa, beberapa bahkan tampak seperti anak normal dalam ekspresi dan penjiwaannya,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini membawa dampak positif bagi semangat belajar anak-anak.

“Anak-anak sangat senang bisa tampil. Setelah ikut acara seperti ini, mereka jadi lebih bersemangat datang ke sekolah. Kami berterima kasih kepada Koalisi Masyarakat Puisi yang telah memberi ruang bagi mereka untuk berkarya,” ujar Yulia Helmy.

Acara ditutup dengan pembacaan pemenang lomba puisi, penyerahan trofi dan uang pembinaan, serta foto bersama. Suasana haru dan bangga menandai akhir kegiatan yang menghidupkan semangat inklusi—pesan jelas menggema dari YPAC Palembang: setiap anak berhak didengar, berekspresi, dan diapresiasi.(Ril)