Sumsel.Sahabatrakyat.com, Palembang – Musyawarah Wilayah (Muswil) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2025 resmi dibuka di Excelton Hotel Palembang, Jalan Demang Lebar Daun, Kamis (18/12).
Muswil ini menjadi momentum strategis bagi PKB Sumsel untuk melakukan konsolidasi organisasi sekaligus menyiapkan kepemimpinan baru yang visioner dan berdaya saing menuju periode 2026–2030.
Ketua DPW PKB Sumsel, Ramlan Holdan, menuturkan bahwa Muswil memiliki tiga agenda utama, yakni pembahasan evaluasi Pileg, penyampaian laporan pertanggungjawaban periode 2019–2024 kepada DPP, serta penyusunan program kerja strategis untuk periode 2025–2031.
“Dalam Muswil ini tidak ada pemilihan langsung. DPW hanya mengusulkan nama, dan DPP yang akan menetapkan. Harapannya, keputusan yang diambil benar-benar menghadirkan kepemimpinan terbaik demi PKB yang lebih kuat dan solid,” kata Ramlan.
Perwakilan DPP PKB, Zainul Munasichin, menegaskan bahwa Muswil ini menjadi langkah penting untuk melahirkan pemimpin yang mampu membawa PKB semakin berjaya di Sumatera Selatan.
“Kami berharap dari Muswil ini lahir keputusan terbaik, tidak hanya untuk PKB, tetapi juga untuk masyarakat Sumatera Selatan. Target kita jelas, menambah kursi dan memperkuat posisi PKB di semua level,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Muswil PKB Sumsel, M. Oktafiansyah, S.T., M.M., menjelaskan bahwa Muswil telah menjaring lima nama kandidat calon Ketua DPW PKB Sumsel yang akan mengikuti tahapan uji kelayakan dan kompetensi (UKK) yang diselenggarakan oleh DPP PKB.
“Kelima nama ini disaring dari berbagai aspirasi dan dipandang telah mewakili kebutuhan serta arah masa depan PKB Sumsel. Tidak ada poros tengah, semuanya sejajar dan memiliki peluang yang sama,” tegas Oktafiansyah.
Ia menambahkan, UKK akan melalui beberapa tahapan, mulai dari psikotes hingga wawancara, baik di tingkat DPW maupun DPP. Penilaian akan dilakukan secara objektif, dan kandidat dengan skor tertinggi akan ditetapkan sebagai Ketua DPW PKB Sumsel periode 2026–2030. Proses ini ditargetkan rampung pada pertengahan Januari 2026.
Menurutnya, terdapat tiga tolok ukur utama dalam penentuan calon ketua DPW, yakni memahami visi dan misi PKB, memiliki rekam jejak kaderisasi yang panjang dan matang, serta mempunyai sumber daya dan kapasitas kepemimpinan untuk menggerakkan roda organisasi di seluruh Sumatera Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, Oktafiansyah juga menegaskan posisi strategis Sumatera Selatan bagi PKB secara nasional.
“Sumsel adalah salah satu lumbung suara PKB di Sumatera. Saat ini kita memiliki dua kursi DPR RI dan kita menargetkan bertambah menjadi tiga. Kursi DPD Provinsi yang sempat hilang harus kembali, bahkan ditambah. Di tingkat kabupaten/kota, kita menargetkan peningkatan signifikan hingga belasan kursi,” ujarnya optimistis.
Muswil PKB Sumsel 2025 pun menjadi penanda komitmen PKB dalam membangun organisasi yang inklusif, profesional, dan berorientasi pada kemenangan politik yang berkelanjutan, sekaligus menjawab tantangan masa depan dengan semangat kebangkitan dan persatuan.(Rudi)








