Sumsel.Sahabatrakyat.com, Palembang – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyerahkan hibah tanah seluas 8.305 meter persegi kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat Regional 3 di Kota Palembang.
Penyerahan Naskah Perjanjian Hibah dan Berita Acara Serah Terima Hibah Tanah yang berlokasi di Jalan Gubernur H Bastari, Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Jakabaring tersebut dilaksanakan di Hotel The Zuri Palembang, Kamis (06/08).
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sumatera Selatan, H. Yossi Hervandi, S.E., M.M., CGAA mengatakan, hibah aset tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.
“Tanah yang kami serahkan berada di Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Jakabaring dengan luas 8.305 meter persegi untuk dipergunakan oleh Laboratorium Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di Kota Palembang,” ujar Yossi.
Ia berharap lahan tersebut dapat segera dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas kesehatan yang representatif. Saat ini, proses pembangunan masih dalam tahap perencanaan dan diharapkan dapat mulai berjalan pada tahun mendatang.
“Harapannya setelah diserahkan, Kementerian Kesehatan dapat segera melakukan pembangunan. Saat ini kemungkinan masih dalam fase perencanaan dan tahun depan sudah masuk proses pembangunan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Palembang, Dr. Eva Susanti, S.Kp., M.Kes menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan atas hibah tanah yang dinilai sangat strategis.
Menurutnya, lahan tersebut nantinya akan menjadi lokasi pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat Regional 3 yang memiliki cakupan pelayanan untuk lima provinsi, yakni Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Jambi, dan Lampung.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan karena telah memberikan hibah tanah yang sangat strategis. Nantinya laboratorium ini akan menjadi laboratorium regional yang melayani lima provinsi,” jelas Eva.
Ia menambahkan, pembangunan fasilitas tersebut akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan tahapan administrasi dan perencanaan. Setelah proses serah terima aset, pihaknya akan melakukan pengurusan administrasi, pengukuran lahan, penyusunan perencanaan, hingga kajian pendukung sebelum pembangunan fisik dimulai.
“Setelah menjadi aset Kementerian Kesehatan, kami akan melakukan tahapan berikutnya mulai dari perencanaan, kajian lingkungan, hingga pembangunan gedung,” ungkapnya.
Eva menjelaskan, keberadaan Laboratorium Kesehatan Masyarakat Regional 3 akan memperkuat sistem kesehatan di wilayah Sumatera bagian selatan. Laboratorium tersebut nantinya tidak hanya melayani pemeriksaan kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi pusat rujukan bagi laboratorium provinsi maupun kabupaten/kota.
“Laboratorium kami sudah memiliki standar internasional dengan berbagai akreditasi, termasuk ISO dan akreditasi layanan paripurna. Ke depan, fasilitas ini akan semakin memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat,” jelasnya.
Berbagai layanan pemeriksaan juga akan tersedia, mulai dari pemeriksaan penyakit menular, imunologi, mikrobiologi, kimia kesehatan, patologi anatomi, hingga pemeriksaan kesehatan seperti deteksi dini kanker, pemeriksaan jantung, ginjal, serta layanan medical check-up.
Selain itu, masyarakat juga akan mendapat kemudahan akses layanan melalui sistem digital. Pendaftaran dan hasil pemeriksaan dapat dilakukan secara daring, termasuk layanan homecare bagi masyarakat yang membutuhkan pengambilan sampel di rumah.
“Kami ingin masyarakat semakin mudah mendapatkan layanan pemeriksaan laboratorium dengan biaya yang terjangkau. Karena sebagai fasilitas pemerintah, tarif layanan kami mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan Kementerian Keuangan,” katanya.
Eva berharap kehadiran laboratorium regional ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit.
“Semakin cepat penyakit terdeteksi, maka penanganannya akan lebih mudah dan biaya yang dikeluarkan masyarakat juga bisa lebih ringan. Kita ingin masyarakat sehat dan penyakit dapat dicegah sebelum berkembang lebih jauh,” pungkasnya.(Rudi)








