Sumsel.Sahabatrakyat.com, Palembang – Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Sumatera Selatan resmi menggelar Training Center (TC) dan seleksi calon peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Nasional Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Balai Diklat Keagamaan Provinsi Sumatera Selatan, Palembang, pada 13–17 Juli 2026 tersebut menjadi tahapan penting dalam mematangkan persiapan kafilah Sumsel yang akan berlaga di MTQ Nasional di Jawa Tengah.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Bagian Agama Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sumatera Selatan, Dr. H.M. Sunarto, S.Sos., M.Si., yang hadir mewakili Gubernur Sumatera Selatan.
Dalam arahannya, Sunarto menegaskan bahwa Training Center merupakan bentuk keseriusan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam mempersiapkan kafilah terbaik untuk menghadapi MTQ Nasional. Menurutnya, meskipun saat ini pemerintah dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran, pembinaan terhadap generasi Qurani tetap menjadi perhatian karena menyangkut nama baik daerah di tingkat nasional.
“Kita mencari bibit-bibit yang betul-betul unggul yang nantinya sebagai kafilah Sumatera Selatan bisa mendulang medali, kita meminta seluruh pelatih dan tim seleksi mengedepankan objektivitas tanpa dipengaruhi ego sektoral maupun kedaerahan. Kepada para peserta, memanfaatkan waktu TC dengan sebaik-baiknya, menjaga kedisiplinan, mengurangi aktivitas yang dapat mengganggu konsentrasi, serta membangun mental juara. Jangan mental tempe, harus mental juara. Datang ke MTQ Nasional bukan hanya menjadi peserta, tetapi harus mampu membawa prestasi bagi Sumatera Selatan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Harian LPTQ Provinsi Sumatera Selatan, Ustadz KH. Ahmad Iskandar Zulkarnain, Lc., M.Ag., menjelaskan bahwa Training Center tahun ini tidak hanya berfungsi sebagai pembinaan, tetapi juga menjadi ajang seleksi akhir bagi beberapa cabang lomba yang memiliki kualitas peserta relatif seimbang.
“Karena itu, LPTQ memanggil peserta-peserta terbaik dari kabupaten dan kota berdasarkan rekomendasi dewan hakim untuk mengikuti pemantapan sekaligus penentuan kafilah yang akan diberangkatkan ke MTQ Nasional,” ujarnya.
Menurutnya, mekanisme tersebut bukan kebijakan yang muncul secara tiba-tiba, melainkan sistem yang telah diterapkan dan disepakati bersama seluruh LPTQ kabupaten/kota melalui Rapat Kerja Daerah. Sejak pengumuman hasil MTQ tingkat Provinsi Sumatera Selatan di Kabupaten Lahat, LPTQ telah menyampaikan bahwa juara pertama tidak otomatis menjadi wakil Sumsel di tingkat nasional, tetapi harus melalui proses pembinaan dan seleksi yang ketat.
“Proses seleksi melibatkan para pelatih dan pembina yang memiliki sertifikasi nasional serta pengalaman membina peserta MTQ di berbagai daerah. Bahkan, LPTQ Sumsel terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan mengusulkan dewan hakim asal Sumatera Selatan agar mendapat kepercayaan lebih besar di tingkat nasional. Hal itu, menurutnya, menjadi bukti bahwa kualitas pembinaan Al-Qur’an di Sumsel semakin diperhitungkan,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Balai Diklat Keagamaan, serta seluruh pengurus LPTQ yang terus bersinergi menyediakan fasilitas pembinaan yang representatif. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi modal penting dalam mencetak kafilah yang tidak hanya unggul secara kemampuan, tetapi juga matang secara mental dan spiritual.
Di akhir sambutannya, Ahmad Iskandar berpesan kepada seluruh peserta agar menjadikan TC sebagai momentum untuk meningkatkan kapasitas diri, memperkuat kedisiplinan, memperbanyak belajar, serta menjaga adab kepada para guru.
“Ini bukan sekadar kompetisi, tetapi proses menempa diri. Siapa pun yang nantinya terpilih adalah mereka yang benar-benar siap membawa amanah dan mengharumkan nama Sumatera Selatan di panggung MTQ Nasional,” pungkasnya.(Rudi)








