Ungkapan Pilu Ratu Dewa Pamit, Unggahan Terakhir Eks Sekda Palembang Disorot ‘Senja Berikan Harapan’

Sumsel.SahabatRakyat.com,- Ungkapan pamit Ratu Dewa resmi berkemas pamitan mundur sebagai ASN dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang.

“Bagi seorang Ksatria, gugur dalam pertempuran lebih membahagiakan daripada mati dalam kenistaan sebagai pengkhianat” Begitu sepenggal bunyi keterangan video Ratu Dewa.

Ratu Dewa pun menegaskan tujuannya mundur sebagai seorang ASN dan juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang.( 29/7/2024)

Dalam keterangan video tersebut ia pun mantap menyatakan diri untuk ikut serta Pilkada Kota Palembang 2024.

Dengan niatnya yang tulus, ia yakin akan lebih bermanfaat bagi orang sekitar.

“Maka dari itu saya mengambil sikap mundur menjadi seorang ASN agar dapat melanjutkan perjuangan mengikuti Pilkada Kota Palembang, memperjuangan hak-hak dan kesejahteraan bagi masyarakat banyak hanya bermodalkan niat tulus dan dorongan dari sekitar” Tegas Ratu Dewa.

Ratu Dewa pun menyiratkan setiap pertemuan akan berujung dengan perpisahan. Namun Dia memiliki makna tersendiri dengan sebua kata perpisahan.

Lebih jauh, ia menyebut perpisahan diibaratkan dengan sebuah senja yang akan memiliki harapan baru bagi siapa saja.

“Semua perjalanan memiliki batas akhir, setiap pertemuan ada perpisahan. Kebahagiaan dan kesedihan akan selalu datang silih berganti. Jika hari ini kita berpisah, maka jadikan perpisahan ini sebagai senja yang memberikan harapan kepada kita semua akan datangnya hari esok yang lebih cerah. Langkah kaki kita yang seirama, memang tidak akan selamanya bersama.
Setiap bertemu dengan orang yang baru, kita akan berpisah dengan orang yang lama.”

Terakhir, Ratu Dewa pun mengucap salam perpisahan terakhir kepada orang-orang yang sudah bekerja sama selama kepemimpinanya.

“Kini saatnya saya mohon pamitan. Kerja sama yang sudah berjalan dengan sangat bagus, kiranya tetap berlanjut meski dalam ruang dan peran yang berbeda.” Tulis Ratu Dewa dalam video yang diunggahnya.

Ungkapan perpisahan Ratu Dewa ini pun mendapat sorotan dari para pengikutnya di instagram.

Tak sedikit yang memberi ucapan dan selamat. Sebagai warganet ada juga yang tetap merindukan kontribusi dari seorang Ratu Dewa.

@fathoni424: Teruslah berbuat baik semoga menjadi Amal sholeh agar nantinya akan jg bahagia dikehidupan selanjutnya.

Ratu Dewa resmi berpamitan dengan ribuan pegawai Pemkot Palembang, sebagai ASN dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Senin (29/7/2024). (Kominfo Palembang)

Ribuan pegawai Pemkot Palembang itu nampak haru mendengar sambutan terakhir dari Ratu Dewa di Benteng Kuto Besak (BKB).

“Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak PJ Walikota Palembang, Para pimpinan dan seluruh teman-teman ASN baik PNS maupun NON PNS atas kesempatan yang diberikan kepada saya memberikan sambutan perpisahan kepada teman-teman semua dan mungkin ini menjadi

Apel terakhir saya yang sangat istimewa dan berkesan,” kata Dewa mengawali sambutan.

Dewa menceritakan genap 31 tahun lalu atau tepatnya 1 Maret 1993 ia diangkat pertama kali menjadi seorang PNS.

Dewa mengaku perjalanan menjadi seorang PNS tidak mudah, sebab berkali-kali tes yang diikutinya selalu gagal. Namun ia tidak pernah menyerah untuk terus berusaha.

“Dari pelamar 750 orang saat itu hanya diterima 12 pegawai dan saya salah satu dari mereka dengan peringkat terakhir yaitu ke-12. Di Departemen Penerangan awal karir saya dimulai,” kata dia.

Saat menjadi staf penerangan di provinsi, Dewa mengaku ‘Segalo Gawe’ ia lakukan tanpa memilih pekerjaan mana yang lebih baik.

“Antar surat keluar masuk di Departemen Penerangan Sumsel bahkan Keliling Kantor Gubernur sambil

membawa buku ekspedisi dan tak lupa pena ditaruh di saku kantong baju saya, pernah juga menjadi MC

dadakan di acara cukup besar di Pemkot dan mau tidak mau, suka tidak suka saya harus siap,” kata dia.

Beruntung kata Dewa ia di tempa oleh kedua orangtuanya untuk tidak mudah menyerah dengan keadaan sesulit apapun.

“Alhamdulillah banyak prestasi yang saya dapatkan pada saat itu mulai dari langganan juara lomba Pengucapan UUD 1945 tingkat Sumsel, Juara Pengucapan Panca Prasetya Korpri Tingkat Daerah

Se-Sumatera Selatan dan banyak lainnya, Semua itu mungkin cara saya mencintai pekerjaan karena

prinsip nya kita bekerja harus memiliki kreatifitas dan inovasi untuk mencapai prestasi,” kata dia.

Dewa mengatakan, menjalani pekerjaan sudah biasa ia dihina, pernah dicaci maki dimarahi hingga sering disepelekan.

Namun ia mengaku justru hal itulah yang membuat ia bersabar dan kuat menjalani masalah pekerjaan.

“Dihina ? sudah biasa, di caci maki ? pernah, dimarahi bahkan disepeleken ? sering. Tapi itulah yang membuat saya lebih kuat dan sabar dalam menjalani problematic pekerjaan sampai dititik sekarang, semoga ini menjadi motivasi untuk teman-teman semua dalam menjalankan sebuah amanah

pekerjaan karena tujuan kita sama memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat lebih Berdaya dan Berdjaja,” kata dia.

Bahkan sebagai orang yang bertugas sebagai tukang konsep sambutan gubernur pernah merasakan kerta sambutan disobek oleh atasan, pernah diusir ketika menghadap atasan.

“Teman-teman jangan melihat saya sebagai apa sekarang ini , tapi lihatlah bagaimana perjuangan sosok seorang anak kampung yang memiliki mimpi yang tinggi untuk mengubah keadaan yang lebih baik,” kata dia.

Bahkan ia pernah merasakan bangku panjang selama 1 tahun 6 bulan. “Bahkan sampai detik

ini saya teringat seseorang pernah berkata kepada saya “ Pegawai cak kau ini dewa, dak katek potongan

untuk jadi seorang Sekda Kota Palembang,” kata Dewa.

“Tidak terasa mungkin ini menjadi sambutan terakhir saya. Untuk Itu, pada kesempatan

berharga Ini, baik atas nama pribadi, istri dan keluarga, maupun secara kedinasan, saya menyampaikan

ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya dan setulus-tulusnya atas dukungan semua pihak dan

kalangan, Wabil Khusus Kepada Bapak PJ Walikota Palembang, saudara pimpinan dan seluruh temanteman ASN yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, yang selama ini telah bersama membangun KotPalembang yang kita cintai ini,” kata dia.(ADV)