Peran penting SAPA dalam mewujudkan desa ramah perempuan dan peduli anak di provinsi Sumsel

SUMSEL, SahabatRakyat. com- Dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak mengelar pelatihan fasilitator daerah SAPA (sahabat Perempuan dan Anak) untuk mewujudkan desa ramah perempuan dan peduli anak provinsi Sumsel. dilaksanakan di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Kamis (14/07/2022).

Kepala Bidang perlindungan perempuan dan anak, Dinas Provinsi Sumsel Musharmina S.AP. mengatakan,  Kegiatan ini Pelatihan Fasilitator daerah untuk melatih relawan SAPA untuk mewujudkan desa ramah perempuan dan peduli anak di daerah Sumatera Selatan. ada 17 Kabupaten kota yang kita undang, masing-masing tiga orang, dua orang dari dinasnya dan satu orang dari LSM.

“SAPA itu adalah sahabat perempuan dan anak, tugasnya yaitu mengubah mainset masyarakat tentang perlindungan perempuan dan anak, yang selama ini masyarakat tidak terlalu peduli dengan anak-anak atau kekerasan terhadap perempuan di lingkungannya, ” katanya.

Diharapkan nanti berubah setiap sesuatu yang mengarah kekerasan, masyarakat langsung merespon dan melakukan tindakan pencegahan.

“Jadi jangan sampai nanti sudah jadi kasus, sudah timbul korban, mulai dari pelecehan seksual, fisik, sikis, pada perempuan dan anak, pemerintah tidak mungkin bisa menanganinya karena keterbatasan karena luasnya wilayah,”bebernya.

makanya penting sekali partisipasi masyarakat seperti pelatihan bagi relawan SAPA dan hasilnya bisa diterapkan didaerahnya masing-masing.

“Semua ada 8 materi untuk pelatihan ini, itu kalau bisa tersampaikan kepada peserta, makanya sampai semalam, ada waktu mereka harus belajar baik dari dinkes, dinas pendidikan dan dinas sosial,”Terangnya.

Lebih lanjut Musharmina menurutkan, semuanya nggak mungkin dinas PPA sendiri yang menangani, setiap permasalahan atau kasus yang terjadi pada perempuan dan anak. seperti gunung es yang sepertinya aman tapi terus  meningkat dari hari ke hari yang kebanyakan sekarang terjadi fenomena anak dilecehkan oleh orang terdekatnya sendiri seperti ayah tiri, Paman,  Kakek, orang-orang yang seharusnya melindunginya.

“Keprihatinan kita semua, sebab itu bisa terjadi pada siapa saja kalau kita tidak waspada, Jadi itulah tugas kami hanya melakukan pendampingan, kalau soal proses hukum sudah ada pihak berwajib,”tuturnya.

Harapan kami minimal kita mengurangi terjadinya kekerasan karena kita sangat prihatin, anak-anak adalah aset bangsa. penerus generasi kita ke depan. Jika mereka dilecehkan, itu akan menjadi kekerasan, akan mempengaruhi sampai mereka dewasa traumatis. Itu yang kita harapkan dengan kegiatan ini nanti bisa membangun kesadaran masyarakat.

“Masyarakat harus sadar bahwa ada anak-anak dan perempuan di desa yang harus mereka lindungi, perubahan itu yang nanti menurunkan tindak kekerasan dan nanti bisa meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat,”tutupnya.(Rudi)