Tanggapi Polemik di Media Sosial, RSIA Rika Amelia: Tidak Ada Niat Mempersulit Proses Pengunduran Diri

0-0x0-0-0#

Sahabatrakyat.com, Palembang – Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Rika Amelia memberikan tanggapan terkait pemberitaan dan pernyataan yang beredar di media sosial mengenai proses pengunduran diri salah seorang mantan karyawan, yang disebut sebagai Pak Andi.

Pihak RSIA Rika Amelia menegaskan bahwa pengunduran diri tersebut telah disampaikan secara resmi pada 7 Juli 2026. Surat pengunduran diri kemudian diterima pihak rumah sakit untuk diproses sesuai dengan ketentuan dan mekanisme administrasi yang berlaku.

Humas RSIA Rika Amelia, Drs. H. Najib Pradedy, menjelaskan bahwa proses setelah pengunduran diri tidak dapat diselesaikan secara instan karena terdapat sejumlah administrasi yang harus dituntaskan, termasuk berkaitan dengan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan maupun administrasi internal rumah sakit.

“Betul, Pak Andi memasukkan surat pengunduran diri tanggal 7 Juli. Setelah itu kami proses sebagaimana prosedur yang berlaku. Jadi bukan berarti ketika seseorang mengundurkan diri, seluruh administrasinya bisa langsung selesai pada saat itu juga,” ujar Najib.

Menurutnya, keinginan agar seluruh administrasi telah selesai pada 1 Agustus merupakan harapan pribadi yang tentu dapat dipahami. Namun, sebagai sebuah organisasi pelayanan kesehatan, RSIA Rika Amelia memiliki mekanisme yang harus dilalui sebelum seluruh hak dan kewajiban kedua belah pihak dinyatakan selesai.

“Kalau seseorang punya kebutuhan, tentu maunya cepat selesai. Kami memahami itu. Tetapi di dalam organisasi ada prosedurnya. Ada administrasi, ada SDM, ada keuangan dan ada pihak-pihak yang memang harus melakukan pengecekan sebelum semuanya dinyatakan clear,” jelasnya.

Terkait adanya pernyataan bahwa yang bersangkutan sempat kembali bekerja selama dua hari pada Agustus setelah mengajukan pengunduran diri, Najib menyebut pihak rumah sakit memiliki catatan mengenai surat pengunduran diri yang telah disampaikan sebelumnya.

“Kalau sudah mengundurkan diri tanggal 7 Juli, tentu statusnya harus kita lihat berdasarkan administrasi yang ada. Kalau memang ingin kembali bekerja, tentu harus ada komunikasi dan permohonan terlebih dahulu kepada pihak rumah sakit. Jangan sampai terjadi kesalahpahaman,” katanya.

Najib juga menegaskan bahwa RSIA Rika Amelia tidak memiliki keinginan untuk mempersulit mantan karyawan dalam menyelesaikan administrasi maupun hak-haknya. Bahkan, menurutnya, pihak rumah sakit tetap membuka ruang komunikasi apabila terdapat hal-hal yang perlu diselesaikan bersama.

“Kalau ada yang perlu ditandatangani, tentu akan kami tanda tangani. Kalau ada administrasi yang harus diurus, kami bantu proses. Tidak ada niat dari rumah sakit untuk mempersulit,” tegasnya.

Ia menambahkan, sejumlah hak yang berkaitan dengan masa kerja juga memiliki mekanisme tersendiri dan tidak dapat langsung diberikan tanpa melalui proses administrasi serta verifikasi internal.

“Kalau berkaitan dengan hak setelah bekerja selama sembilan tahun, tentu ada prosesnya. Tidak bisa hari ini mengundurkan diri, besok semuanya langsung keluar. Ada tahapan yang harus dilakukan, mulai dari SDM, keuangan sampai persetujuan pimpinan,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Najib juga menepis anggapan bahwa proses administrasi diperlakukan berbeda karena yang bersangkutan merupakan karyawan senior. Ia menyebut seluruh karyawan tetap memiliki kewajiban mengikuti aturan yang berlaku di lingkungan rumah sakit.

“Ini bukan soal senior atau bukan senior. Semua sama. Ada aturan yang harus dipatuhi. Kalau ada ketentuan mengenai absensi, keterlambatan atau administrasi lainnya, tentu berlaku sesuai aturan yang ada,” ujarnya.

Meski demikian, RSIA Rika Amelia tetap mengedepankan pendekatan kekeluargaan dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Najib menyebut pintu komunikasi masih terbuka sepanjang kedua belah pihak memiliki itikad baik dan menyelesaikan kewajiban masing-masing.

“Jelas, niat baik itu tetap ada. Kami tetap membuka ruang untuk penyelesaian yang baik. Tetapi kewajiban harus diselesaikan terlebih dahulu. Kami ingin semuanya berjalan secara tertib, sesuai prosedur, tetapi tetap dengan pendekatan manusiawi,” pungkasnya.