Cetak Generasi Penegak Hukum Berkarakter, Nazaruddin Hasan Bekali Kader PERMAHUM SUMSEL Lewat MPK Ke-IV

Sumsel.Sahabatrakyat.com, Palembang – Perserikatan Mahasiswa Hukum Sumatera Selatan (PERMAHUM SUMSEL) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda hukum yang berkualitas melalui penyelenggaraan Masa Pelatihan Kader (MPK) Ke-IV yang berlangsung selama dua hari, 11–12 Juli 2026, di Anjungan Kabupaten Lahat, Kawasan Dekranasda Jakabaring, Palembang.

Mengusung tema “Membangun Mahasiswa Hukum yang Kritis, Berintegritas, dan Berjiwa Kepemimpinan”, kegiatan ini menjadi bagian penting dari proses kaderisasi organisasi untuk membentuk mahasiswa hukum yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, serta kemampuan memimpin di tengah dinamika perkembangan hukum Indonesia.

MPK Ke-IV diikuti oleh mahasiswa Fakultas Hukum dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Selatan. Selama pelatihan, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai kepemimpinan, organisasi, penguatan karakter, hingga kemampuan berpikir kritis sebagai bekal menjadi calon penegak hukum yang profesional dan bertanggung jawab.

Sejumlah tokoh hadir sebagai narasumber, di antaranya Dr.(C) Albizia Rahidin Anang, S.E., M.M., Iswadi Idris, S.H., M.H., serta H. Nazaruddin Hasan, S.H., M.H. Ketiganya membagikan pengalaman, wawasan, serta pandangan mengenai pentingnya integritas, kepemimpinan, dan peran strategis mahasiswa hukum dalam menjawab berbagai tantangan penegakan hukum di era modern.

Dalam keterangannya kepada Tim Media PERMAHUM SUMSEL, Ketua Umum PERMAHUM SUMSEL, Rindi Yani Azhari, M.H., menegaskan bahwa MPK bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan investasi jangka panjang dalam melahirkan kader-kader hukum yang berkualitas.

“Melalui MPK Ke-IV ini, kami ingin melahirkan kader-kader mahasiswa hukum yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, daya kritis, jiwa kepemimpinan, serta kepedulian terhadap persoalan hukum dan masyarakat. Kehadiran para pemateri memberikan wawasan dan pengalaman yang sangat berharga sebagai bekal bagi peserta untuk terus berkembang menjadi calon penegak hukum maupun pemimpin yang berintegritas di masa depan,” ujar Rindi.

Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat PERMAHUM SUMSEL sekaligus pemateri MPK Ke-IV, H. Nazaruddin Hasan, S.H., M.H., menekankan bahwa organisasi kemahasiswaan merupakan ruang belajar yang sangat penting dalam membentuk karakter, mental kepemimpinan, serta kualitas calon penegak hukum.

Menurutnya, mahasiswa hukum tidak boleh hanya berorientasi pada penguasaan teori semata. Mereka juga harus memiliki keberanian menyampaikan kebenaran, menjunjung tinggi etika profesi, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

“Mahasiswa hukum tidak cukup hanya menguasai teori, tetapi juga harus memiliki keberanian untuk berpikir kritis, menjaga integritas, serta menjunjung tinggi etika profesi. Organisasi menjadi wadah untuk belajar memimpin, bertanggung jawab, dan mengabdi kepada masyarakat. Saya berharap kader-kader PERMAHUM mampu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut, baik selama di bangku kuliah maupun ketika nantinya mengabdikan diri di tengah masyarakat,” tegas H. Nazaruddin Hasan.

Ia juga mengajak seluruh peserta menjadikan MPK sebagai momentum untuk membangun jejaring, memperluas wawasan, serta memperkuat komitmen dalam memperjuangkan nilai-nilai keadilan dan supremasi hukum.

Melalui penyelenggaraan MPK Ke-IV, PERMAHUM SUMSEL kembali menegaskan komitmennya sebagai organisasi kader yang terus berupaya melahirkan mahasiswa hukum yang profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, berintegritas tinggi, serta memiliki kepedulian sosial. Diharapkan, para peserta mampu menjadi generasi penerus yang tidak hanya cakap dalam bidang hukum, tetapi juga hadir sebagai pemimpin yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.(Rilis)