TP PKK Sumsel Bersama BNN dan RRI Palembang Tanda Tangani Nota Kesepahaman Tekan Penyalahgunaan Narkoba di Wilayah Sumsel

PALEMBANG, sahabatrakyat.com – Hj Febrita Lustia HD Deru, Ketua TP PKK Sumatra Selatan (Sumsel) melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama Memorandum Of Understanding (MoU) bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumsel dan LPP RRI Palembang dalam penguatan keluarga dalam  pencegahan penyalahgunaan narkoba, bertempat di auditorium RRI Palembang, Selasa (19/4/2024).

Sinergitas antar lembaga dan  instansi dalam pencegahan penyalahgunaan Narkoba ini dibutuhkan. Karena itu PKK Sumsel melalui program pokja 1 ikut berbuat dengan melakukan edukasi pada masyarakat utamanya terakit bahaya dan dampak negatif dari  penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang, menurut Feby.

“PKK Sumsel ikut serta secara intens memberikan edukasi pada masyarakat bahaya mengkonsumsi narkoba pada saat kunjungan kerja atau kegiatan pembinaan di 17 kabupaten/kota di Sumsel”, jelas Feby.

Diusia remaja merupakan masa rentan disebabkan minimnya sosialisasi yang tidak seimbang dengan rasa  keingintahuan remaja sangat tinggi. Kondisi tersebut seringkali dimanfaatkan oleh oknum pengedar narkoba padahal kebiasaan buruk tersebut berdampak negatif bagi tubuh karena bisa  merubah perilaku, gangguan kesehatan dan menurunnya produktivitas.

“Untuk mencegah semua itu terjadi, mari kita bergandengan tangan memberikan edukasi pada masyarakat utamanya kalangan remaja  agar hidupnya  lebih terarah” terangnya.

Feby menegaskan kerja sama yang dibagun antara TP PKK Sumsel, BNN dan RRI Palembang tidak akan berhasil bila dilakukan sendiri-sendiri, sehingga perlu sinergitas.

Kepala BNNP Sumsel Djoko Prihadi menyambut baik  penandatanganan nota kesepahaman yang dibuat tersebut sebagai aksi bersama dalam uoaya  membebaskan Sumsel dari jeratan narkoba.

“Kita akan melakukan gerakan yang masif untuk membentengi masyarakat dari narkoba. BNN pun mempunyai program desa bersinar. Jika program ini berhasil bersinergi dengan program PKK maka kita bisa memberantas narkoba dari lingkup terkecil,” ujarnya.

Djoko Prihadi menyebut BNN akan berupaya memerangi narkoba hingga ke akar-akarnya, di mana dengan sinergitas yang dilakukan bersama PKK Sumsel dan RRI Palembang merupakan aksi nyata di lapangan di mana nantinya dilakukan pengukuran dan prosentase sampai di mana kegiatan ini berjalan.

Dilain pihak Kepala LPP RRI Palembang Joko Purnomo menyampaikan sebagai lembaga penyiaran milik negara RRI berperan untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya narkoba.

“Informasi dari PKK Sumsel dan BNNP akan langsung kita sebarluaskan hingga ke pelosok daerah sehingga masyarakat bisa cepat mendapatkan informasi,” tandasnya.

Hadir pada kesempatan itu para Kepala BNN kabupaten/kota di wilayah Sumsel dan jajaran pejabat RRI Palembang. (Adv/Martin)