Sumsel.Banyuasin. SahabatRakyat.com,- Indonesia digadang-gadang menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia dalam beberapa dekade mendatang. Hal ini di karenakan prediksi pertumbuhan ekonomi yang dianggap stabil dan populasi yang besar.
2030 di prediksi sebagai Indonesia Emas karena 70% penduduk Indonesia berusia 15-64 tahun yaitu usia produktif. Komposisi ini disebut sebagai bonus demografi dengan perkiraan mencapai 180 juta jiwa yang akan menjadi motor penggerak perekonomian nasional.
Namun, kendati demikian ancaman stunting yang disebabkan oleh bonus demografi juga tidak bisa dielakkan. Stunting merupakan masalah serius yang harus ditangani dengan melibatkan banyak elemen seperti pemerintah, tenaga kesehatan, industri, akademisi dan masyarakat umum harus lah berkontribusi untuk penurunan angka stunting.
Berangkat dari itu semua, PT PLN UIP SUMBAGSEL yang bekerja sama dengan Creasi Institute, FISIP UNSRI, BEM FISIP UNSRI, WAKI FISIP UNSRI dan Himasos FISIP UNSRI menyelenggarakan kegiatan *Pengabdian Kerjasama Industri* dengan Tema *Pengurangan Angka Stunting di Kelurahan Mariana Kec Banyuasin 1*
Kegiatan ini akan diselenggarakan dengan berbagai rangkaian acara yaitu:
1. Pelatihan Kader Posyandu
2. Sosialisasi ibu hamil dan keluarga anak stunting
3. Pembangunan ikon kampung anti stunting
4. Pembuatan kolam bioflok sebagai kemandirian ekonomi keluarga anak stunting
5. Pemberian makanan tambahan untuk anak-anak stunting
6. Launching Kampung Anti Stunting
Kegiatan akan di selenggarakan pada November – Desember 2023 di Kelurahan Mariana Kec Banyuasin 1 Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan.
Kami semua berharap, dengan kegiatan ini diharapkan angka stunting di kelurahan Mariana Kecamatan Banyuasin 1 dapat berkurang dan kita Songsong generasi muda yang cerdas dan tangguh. #SrikandiPLNMovement #halocreasi #Mengabdiuntuknegeri . ( Rilis)









