Sumsel.Sahabatrakyat.com, Palembang – Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi di Pondok Pesantren Inayatullah Gasing Laut sebagai upaya memperkuat dakwah santri yang komunikatif dan adaptif di era digital. Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut resmi dimulai pada Jumat, 16 Januari 2026.
Kehadiran mahasiswa KKN disambut hangat oleh para ustaz, ustazah, dan santri Pondok Pesantren Inayatullah Gasing Laut. Sambutan tersebut menjadi cerminan sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan pesantren dalam membangun kapasitas santri menghadapi perkembangan teknologi informasi.
Mengusung tema Pembinaan Public Speaking dan Literasi Media Visual serta Audio Visual dalam Pengembangan Dakwah Santri yang Kreatif di Era Digital, program KKN Rekognisi difokuskan pada peningkatan keterampilan komunikasi dan pemanfaatan media digital sebagai sarana dakwah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Sejak hari pertama, mahasiswa KKN aktif beradaptasi dengan lingkungan pesantren dan menjalin silaturahmi dengan para pengasuh serta santri. Proses adaptasi tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan penuh antusias, menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memberikan pembinaan public speaking yang mencakup teknik berbicara di depan umum, penguasaan materi dakwah, pengaturan intonasi, serta penguatan rasa percaya diri. Santri dibimbing agar mampu menyampaikan pesan dakwah secara runtut, santun, dan mudah dipahami oleh berbagai lapisan masyarakat.
Selain penguatan kemampuan berbicara, santri juga dibekali literasi media visual dan audio visual. Materi yang diberikan meliputi pembuatan konten dakwah berbasis video, desain grafis islami, fotografi, videografi, hingga produksi film pendek bertema dakwah. Santri diarahkan memanfaatkan media sosial sebagai ruang dakwah kreatif tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Selama satu minggu pelaksanaan program, para santri menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap sesi pembinaan. Materi disampaikan secara bertahap, mulai dari pengenalan dasar hingga praktik lanjutan, sehingga santri memperoleh pengalaman langsung dalam mengemas pesan dakwah secara menarik dan efektif.
Melalui KKN Rekognisi ini, mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang berkontribusi aktif dalam pengembangan dakwah santri yang tidak hanya berorientasi pada mimbar, tetapi juga merambah ruang digital. Program tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi santri yang komunikatif, kreatif, dan siap menjawab tantangan dakwah di tengah arus digitalisasi yang terus berkembang.(Rilis)








