Revitalisasi Kesenian Topeng Ireng: Dari Tradisi Hingga Transformasi Modern Pada Paguyuban Satrio Muda Wirotomo Palembang

Sumsel.Sahabatrakyat.com, Palembang – Upaya melestarikan dan mengembangkan warisan budaya Nusantara terus digelorakan di Kota Palembang. Melalui program pengabdian dan pendampingan berkelanjutan yang berlangsung sejak tanggal 21 Juli hingga 30 Oktober 2026, tim akademisi dari Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan, FKIP, Universitas PGRI Palembang yang diketuai oleh Dr. Rully Rochayati, M.Sn, menggelar rangkaian kegiatan Revitalisasi Kesenian Topeng Ireng Melalui Transformasi Struktur Pertunjukan Pada Paguyuban Satrio Muda Wirotomo di Kelurahan Suka Jaya.

Dalam program ini, Dr. Rully Rochayati, M.Sn. didampingi oleh dua anggota tim ahli, yaitu Auzy Madona Adoma, M.Sn dan Deria Sepdwiko, M.Sn. Rangkaian kegiatan dirancang secara komprehensif untuk menyegarkan kembali denyut kesenian Topeng Ireng agar lebih adaptif, menarik, dan relevan dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan akar tradisinya.

Guna mencapai transformasi yang utuh, tim pelaksana memberikan pelatihan dan workshop intensif yang mencakup empat pilar utama yaitu tentang Penciptaan Tari meliputi Pembaharuan dan eksplorasi gerak tari Topeng Ireng agar memiliki struktur pertunjukan, alur dramatik dan dinamika yang lebih memikat penonton modern.

Pengembangan Musik Pengiring meliputi pengolahan komposisi musik yang telah disesuaikan dengan karakter Paguyuban Satrio Muda Wirotomo sehingga dapat memperkuat irama pertunjukan. Tata Rias dan Busana dengan membuat desain baru sebagai bentuk penyegaran visual karakter Topeng Ireng yang dikemas secara khas dan autentik versi Paguyuban Satrio Muda Wirotomo. Manajemen Paguyuban: Penguatan tata kelola organisasi, tata panggung, serta strategi promosi agar paguyuban dapat mandiri secara finansial dan berkelanjutan.

“Revitalisasi dilakukan bukan untuk mengubah bentuk pertunjukan, melainkan memberi napas baru pada struktur sajian agar memiliki daya pikat visual dan estetik yang kuat. Kami ingin Paguyuban Satrio Muda Wirotomo memiliki identitas dan versi khas tersendiri yang membanggakan bagi warga Kelurahan Suka Jaya maupun masyarakat Palembang secara luas,” ujar Dr. Rully Rochayati, M.Sn di sela-sela kegiatan.

Pada saat proses pelaksanaan Workshop empat pilar, Ketua Paguyuban Agustinus Purwoko memberikan kesan positif bahwa pelaksanaan PISN memberikan pengalaman yang berharga dalam melatih kepemimpinan, kerja sama dan tanggung jawab.

“Saya merasa sangat senang melihat semangat serta kekompakan anggota yang terus tumbuh dari latihan yang terprogram,” Ujar Agustinus Purwoko.

Transformasi struktur pertunjukan ini diharapkan mampu menjadikan Topeng Ireng kreasi Paguyuban Satrio Muda Wirotomo sebagai salah satu ikon pertunjukan seni rakyat yang tidak hanya dinikmati oleh kalangan sesepuh, tetapi juga digandrungi oleh generasi muda. Melalui pendampingan hingga akhir Oktober mendatang, kegiatan ini diproyeksikan melahirkan sajian karya Topeng Ireng versi baru yang siap tampil menghentak panggung-panggung seni pertunjukan di Palembang dan sekitarnya.(Rilis)