Pemprov Sumsel Bangun Jembatan Darurat di Desa Mulak Ulu Kabupaten Lahat

Palembang – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan membangun jembatan darurat untuk mengatasi sementara adanya jembatan putus di Desa Mulak Ulu, Kabupaten Lahat, agar warga tidak terisolasi.

“Pemprov Sumsel memasang jembatan darurat,” kata Gubernur Sumsel Herman Deru melalui Kepala Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Darma Budhi di Palembang, Senin.

Setelah adanya informasi jembatan penghubung jalan lintas Kabupaten Lahat dengan Muara Enim putus, pihaknya berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional untuk meminjam Jembatan Bailey.

Jembatan Bailey merupakan jembatan rangka baja yang umumnya digunakan sebagai jembatan darurat yang bersifat sementara. Dengan jembatan ini diharapkan warga tidak terisolasi sampai perbaikan jembatan dilakukan.

Bukan hanya berkoordinasi meminjam Jembatan Bailey, pihaknya sudah melakukan pemasangan rambu-rambu peringatan di beberapa titik rawan.

“Ya kami sudah siapkan langkah-langkah antisipasi penanganan Jembatan Ayek Mulak ( ruas provinsi) yang putus akibat banjir. Seperti memasang rambu-rambu peringatan, pernyataan bencana dari kepala daerah setempat, melakukan koordinasi pinjam pakai Jembatan Bailey pada BBPJN-5 Kemen PUPR,” jelasnya.

Menurut dia, alternatif penggunaan Jembatan Bailey akan dikoordinasikan di BBPJN-5.

“Kami sudah kontak juga dengan Kepala BBPJN untuk mohon peminjaman jembatan darurat. Dan saat ini Kepala UPTD Lahat sudah di lokasi dan Kepala Bidang Jembatan sedang menuju ke lokasi,” jelasnya.

Sebelumnya Jembatan Mulak Ulu atau dikenal Jembatan Ayek Mulak yaitu jembatan yang menghubungkan jalan lintas Kabupaten Lahat dengan Jalan lintas Muara Enim putus pada Minggu (29/12) sore.

Putusnya jembatan diduga karena air sungai meluap akibat hujan deras yang mengguyur dari malam hingga pagi.

Selain jembatab, sejumlah rumah warga Desa Keban Agung Kecamatan Mulak Sebingkai juga dikabarkan ikut hanyut terbawa arus air yang sangat deras.

Akibat putusnya jembatan ini sejumlah desa terisolir dan tidak bisa ke Lahat, seperti Desa Lesung Batu, Desa Airpuar, Pajar bulan, Mengkenang dan Lawang agung. (Ant)