SUMSEL, SahabatRakyat.com,– Sinergisitas Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) dengan Insan Media dalam melakukan pengawasan obat dan Makanan yang diselenggarakan di Aula BBPOM Palembang, Jum’at (03/02/2023).
Kegiatan pertemuan ini bertujuan untuk makin mendekatkan antara petugas BBPOM dengan Insan Media, dimana teman-teman media dalam mencari berita di lapangan perlu diberikan pemahaman akan tugas dan fungsi dari BBPOM, agar informasi yang disampaikan benar-benar akurat dan sesuai fakta.
Kepala Balai Besar POM Palembang Drs. Zulkifli, Apt mengatakan, Kegiatan ini dalam rangka pencegahan KEI dan penyebaran informasi kepada masyarakat, BPOM bekerja sama dengan anggota DPR komisi mengkaji informasi mulai dari tingkat kecamatan dan desa sebagai pengawasan.
“Kita juga melakukan pengawasan sarana, ketika sarana tersebut melakukan pelanggaran harus kita tindak lanjuti. Dalam hal ini Dinas kesehatan yang memberikan izinnya tentunya kita beharap dinas kesehatan mempunyai otorisasi di kabupaten/kota,” Ujarnya.
Zulkifli menuturkan, Ada beberapa kasus yang ditemukan mie yang berformalin pada waktu bulan puasa dan sudah kita proses di tahap dua, begitu juga sarana-sarana yang tidak berwenang menjual obat juga kita proses secara hukum.
“Sebelum puasa kita melakukan kegiatan terhadap sarana distribusi produk makan yang sering digunakan di bulan puasa, dibulan puasa tetap kita melakukan pengawasan di tempat-tempat penjualan buka puasa,” Tuturnya.
“Kita berharap temuan-temuan pada tahun sebelumnya kita akan membuat surat ke Dinas Kesehatan, Dinas Pedagangan supaya setiap tempat penjualan takjil itu diberikan sosialisasi, kita dari BPOM juga akan mengundang dinas kesehatan,” Tambahnya.
Lanjut Zulkifli menjelaskan, Produk produk yang siap saji yang berpotensi memakai bahan berbahaya biasanya digunakan di rujak mie, saran kita sebelum membeli coba di lihat mie nya jangan cari yang lurus tapi cari mie yang bengkok saja.
“Pasar merupakan sarana yang berizin dari Dinas pedagangan, kita ada program pasar aman dari bahan berbahaya. Tahun ini ada Kabupaten/Kota yang kita interprensi yaitu Muara Enim, Banyuasin, OKI ini ada program pasar aman bebas dari bahan berbahaya,” Tutupnya. (Rudi).






