Bidar Sinar Permata Lahat Raih Juara II Festival Bidar Sungai Musi 2026

Sahabatrakyat.com, Palembang – Festival Bidar Sungai Musi 2026 kembali menjadi ajang bergengsi dalam pelestarian tradisi dan budaya khas Sumatra Selatan. Salah satu tim peserta, Ardi CS asal Pemulutan dengan nama Bidar Sinar Permata Lahat, berhasil mengukir prestasi dengan meraih juara II dalam perlombaan bidar tahun ini.

Meski berhasil meraih posisi kedua, hadiah atau tabanas yang diterima Ardi CS dinilai belum sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk mengikuti dan mempersiapkan bidar. Tabanas untuk juara II sebesar Rp22.500.000. Setelah dipotong pajak 15 persen, jumlah yang diterima sekitar Rp19.125.000.

Sementara itu, pihak Ardi CS menyebut biaya yang dikeluarkan untuk persiapan dan operasional bidar dapat mencapai kurang lebih Rp50 juta setiap tahunnya. Pengeluaran tersebut mencakup berbagai kebutuhan untuk mempersiapkan bidar dan tim agar dapat tampil maksimal dalam perlombaan.

Kendati demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat Ardi CS Pemulutan bersama Bidar Sinar Permata Lahat untuk terus mengikuti Festival Bidar Sungai Musi. Bagi mereka, keikutsertaan dalam perlombaan bukan semata-mata mengejar hadiah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan tradisi dan warisan budaya Sumatra Selatan.

“Bagi kami, bidar bukan hanya soal hadiah atau perlombaan. Ini sudah menyangkut tradisi dan peninggalan budaya Sumatra Selatan yang harus terus dilestarikan,” demikian semangat yang dipegang Ardi CS.

Ardi CS juga berharap pemerintah dapat memberikan perhatian yang lebih besar terhadap Festival Bidar Sungai Musi, yang selama ini menjadi salah satu tradisi dan warisan budaya Sumatra Selatan. Menurutnya, dukungan pemerintah sangat penting agar pelaksanaan festival setiap tahun dapat semakin berkembang, baik dari sisi penyelenggaraan maupun kualitas kompetisi.

Mereka berharap festival ini ke depan dapat dikemas dengan lebih menarik, profesional, dan memiliki daya tarik yang lebih luas sehingga mampu mengangkat olahraga tradisional bidar hingga tingkat nasional bahkan internasional.

“Harapan kami, pemerintah lebih memperhatikan lagi festival tahunan ini. Bidar merupakan tradisi dan budaya Sumatra Selatan yang harus kita jaga bersama. Kalau dikembangkan dengan baik, bukan tidak mungkin bidar bisa semakin dikenal di tingkat nasional bahkan sampai ke kancah internasional,” ujar pihak Ardi CS.

Prestasi juara II yang diraih Bidar Sinar Permata Lahat, Ardi CS Pemulutan, diharapkan menjadi motivasi untuk terus mempertahankan eksistensi olahraga tradisional bidar sekaligus mendorong perhatian lebih besar terhadap para peserta yang selama ini ikut menjaga keberlangsungan budaya khas Sumatra Selatan.

Festival Bidar Sungai Musi tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan dan menjaga warisan budaya daerah agar tetap hidup serta dikenal oleh generasi muda. Dengan dukungan pemerintah, masyarakat, dan para pelaku bidar, tradisi ini diharapkan terus berkembang dan mampu menjadi salah satu ikon budaya Sumatra Selatan yang membanggakan di tingkat nasional maupun internasional.(Ril/ocha)