Palembang, 21 Agustus 2026. SahabatRakyat.com, — Cipayung Plus Sumatera Selatan kembali menyuarakan keprihatinan serius terhadap kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.
Sebagai bentuk keresahan sekaligus desakan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Cipayung Plus Sumsel menggelar aksi pada Jumat, 21 Agustus 2026, di Kantor Gubernur Sumatera Selatan. Aksi tersebut tidak berhenti pada penyampaian aspirasi, tetapi dilanjutkan dengan menginap di Kantor Gubernur Sumsel sebagai bentuk konsistensi dan keseriusan dalam mengawal penanganan karhutla.
Cipayung Plus Sumsel menilai persoalan karhutla bukan sekadar persoalan munculnya asap dan api, tetapi merupakan ancaman nyata terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan hidup, aktivitas pendidikan, perekonomian, serta masa depan masyarakat Sumatera Selatan.
“Asap bukan sekadar kabut. Ini adalah ancaman nyata bagi kesehatan, masa depan, dan keberlangsungan hidup masyarakat. Pemerintah tidak boleh hanya hadir ketika api sudah membesar, tetapi harus hadir sejak pencegahan, penanganan, sampai pemulihan pascakebakaran.”
Aksi dan menginap di Kantor Gubernur Sumsel dilakukan sebagai bentuk penegasan bahwa Cipayung Plus Sumsel tidak ingin persoalan karhutla hanya dijawab dengan pernyataan normatif dan janji pemerintah.
10 POIN TUNTUTAN
Dalam aksi tersebut, Cipayung Plus Sumatera Selatan menyampaikan 10 tuntutan, yaitu:
1. Mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menetapkan penanganan karhutla sebagai prioritas darurat dan memastikan respons cepat di seluruh wilayah terdampak.
2. Mendesak penguatan pencegahan dan mitigasi sejak dini, khususnya di wilayah rawan gambut dan wilayah yang berulang kali mengalami karhutla.
3. Mendesak penambahan dan pemerataan sarana-prasarana pemadaman, termasuk personel, kendaraan pemadam, sumber air, embung, serta dukungan operasi udara.
4. Mendesak pemerintah membuka informasi publik mengenai titik api, luas lahan terbakar, kualitas udara, serta perkembangan penanganan karhutla secara berkala dan transparan.
5. Mendesak penegakan hukum yang tegas dan transparan terhadap setiap pelaku pembakaran, baik individu maupun korporasi, tanpa pandang bulu.
6. Mendesak pemerintah melakukan audit dan pengawasan terhadap perusahaan yang beroperasi di wilayah rawan karhutla, termasuk memastikan kesiapan sarana pengendalian kebakaran di area konsesinya.
7. Mendesak perlindungan masyarakat dari dampak asap, termasuk penyediaan masker, layanan kesehatan, informasi kualitas udara, serta langkah perlindungan bagi sekolah dan kelompok rentan.
8. Mendesak evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan penanganan karhutla Sumsel 2026, agar pemerintah tidak hanya melakukan pemadaman ketika api sudah meluas, tetapi memperkuat sistem pencegahan.
9. Mendesak pemulihan lahan dan ekosistem pascakebakaran, terutama wilayah gambut, agar tidak terus menjadi titik rawan kebakaran berulang.
10. Mendesak adanya pertanggungjawaban pemerintah dan korporasi terhadap kerugian ekologis, sosial, kesehatan, dan ekonomi yang ditimbulkan oleh karhutla.
AKSI TIDAK BERHENTI PADA SEREMONIAL
Cipayung Plus Sumatera Selatan menegaskan bahwa keputusan untuk menginap di Kantor Gubernur Sumsel merupakan simbol bahwa persoalan karhutla harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.
Menurut Cipayung Plus Sumsel, masyarakat tidak membutuhkan sekadar pernyataan bahwa pemerintah “sudah bekerja”. Masyarakat membutuhkan tindakan nyata, transparansi data, pencegahan yang terukur, penegakan hukum yang tegas, serta perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak asap.
Cipayung Plus Sumsel juga meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan membuka ruang dialog dan memberikan penjelasan secara terbuka mengenai langkah konkret yang telah dan akan dilakukan dalam menangani karhutla.
“Kami tidak datang untuk sekadar membuat keramaian. Kami datang untuk mengingatkan bahwa ada masyarakat yang menghirup asap, ada anak-anak yang aktivitasnya terganggu, ada lingkungan yang rusak, dan ada masa depan yang dipertaruhkan. Kalau pemerintah serius, buktikan dengan tindakan, bukan sekadar janji.”
Cipayung Plus Sumatera Selatan menyatakan akan terus mengawal, memantau, dan mengevaluasi kebijakan pemerintah terkait penanganan karhutla di Sumatera Selatan.
Aspirasi ini merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa dan pemuda terhadap keselamatan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan hidup di Sumatera Selatan.
HUTAN TERBAKAR, RAKYAT TERSESak, PEMERINTAH HARUS BERTINDAK!
CIPAYUNG PLUS SUMATERA SELATAN
#SUMSELDARURATASAP
#BERTINDAKSEKARANG
#SELAMATKANSUMSEL








