Sumsel.Sahabatrakyat.com, Palembang – Perjalanan panjang 80 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Banyuasin akhirnya mencapai puncaknya. Dengan penuh kebanggaan, rangkaian Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan III Angkatan 14 dan 15 resmi ditutup, dan seluruh peserta dinyatakan lulus tanpa kecuali.
Penutupan ini dihadiri oleh Kepala BKPSDM Banyuasin, Dr. Ir. H. Izromaita, M.Si, yang hadir mewakili Sekretaris Daerah Banyuasin, Sabtu (29/11).
Izromaita menyampaikan bahwa keberhasilan ini bukan hanya sekadar capaian administratif, tetapi juga penanda kesiapan generasi baru ASN Banyuasin untuk tampil lebih profesional dan adaptif di lapangan.
“Latsar ini adalah pondasi. Mereka telah menunjukkan kedisiplinan, komitmen, dan kesungguhan. Sekarang saatnya kembali ke instansi masing-masing dan membuktikan diri sebagai ASN yang layak diandalkan,” ungkapnya.
Meski sudah dinyatakan lulus, para peserta belum langsung naik status menjadi PNS 100%. Mereka masih menunggu masa kerja genap satu tahun yang diperkirakan jatuh pada Mei mendatang untuk kemudian diusulkan ke BKN menjadi PNS penuh.
“Setelah sertifikat keluar dan masa kerja terpenuhi, mereka akan kita ajukan ke BKN. Proses hari ini adalah langkah awal menuju status PNS seutuhnya,” terang Izromaita.
Latsar CPNS kali ini dirancang untuk membangun karakter ASN yang kokoh. Pembinaan disiplin dilakukan oleh unsur TNI, sementara materi-materi terkait nilai ASN BerAKHLAK diberikan oleh coach, instruktur PPSTM Provinsi, termasuk materi langsung dari Edwar, salah satu pengajar senior.
Kombinasi ini diharapkan dapat menciptakan ASN yang sigap, berintegritas, serta mampu menyesuaikan diri dengan tantangan birokrasi modern.
Para peserta yang berasal dari berbagai OPD di Kabupaten Banyuasin langsung kembali ke tempat tugas masing-masing setelah penutupan. Mereka membawa bekal baru dari disiplin, wawasan, hingga etika pelayanan untuk diaplikasikan dalam tugas-tugas nyata di unit kerja.
Penutupan Latsar ini sekaligus menandai lahirnya gelombang baru ASN muda Banyuasin yang siap membawa energi profesional, semangat pelayanan, dan standar kerja yang lebih tinggi di seluruh perangkat daerah.
“Mereka bukan sekadar lulusan pelatihan—mereka adalah harapan baru pelayanan publik Banyuasin,” pungkasnya.(Ril)








