Forum Masyarakat Berdaya Dukung Program Pemerintah Sumsel Mandiri Pangan

SUMSEL, SahabatRakyat.com,- Forum Masyarakat Berdaya (FMB) menggelar Focus Group Discussion dengan tema “Harga terjangkau, pangan sehat, wujudkan stabilitas dan kedaulatan pangan melalui inovasi Sumsel Mandiri Pangan” yang diselenggarakan di Hotel Amaris Palembang, Rabu (08/02/2023).

Hadir sebagai Narasumber dalam kegiatan, Kepala Dinas Perdagangan Sumsel Drs. H. Ahmad Rizali M.A. yang diwakili Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan Sumsel, Achmad Mirza, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel Ir. Ruzuan Effendi M.M., Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Musi Dr. Sulthani Aziz M.Sc., Anggota Komisi II DPRD Sumsel Azmi Shofix SR. S.TP., Kepala Bagian Kemitraan dan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Daerah Otoritas Jasa Keuangan Andes Novytasary.

Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan Sumsel Achmad Mirza Dalam Paparannya menyampaikan, Ada 4 Fokus Kebijakan perdagangan dalam negeri diantaranya, pertama pengintegrasian dan perluasan pasar dalam negeri, Kedua peningkatan penggunaan dan perdagangan produk dalam negeri, Ketiga Optimalisasi penguatan pasar berjangka komoditi, sistem resi gudang dan pasar lelang, dan Keempat peningkatan kelancaran distribusi dan jaminan pasokan barang kebutuhan pokok dan barang penting.

Pendataan dan informasi harga barang kebutuhan pokok dan barang penting bertujuan untuk mengetahui perkembangan harga barang kebutuhan pokok dan barang penting di pasar secara periodik. Selain itu dibutuhkan pemantauan, pengumpulan dan pelaporan harga, tersedianya data harga harian barang kebutuhan pokok yang terkini dan berkelanjutan dari seluruh provinsi di Indonesia, dan tersedianya data harga mingguan barang penting yang terkini dan berkelanjutan dari seluruh Provinsi di Indonesia.

Kegiatan pasar murah bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat yang berpenghasilan rendah, dengan harga terjangkau serta sarana untuk memperkenalkan produk Usaha Kecil.

Adapun barang-barang yang dijual di pasar murah tersebut merupakan barang kebutuhan pokok masyarakat yang harganya cenderung meningkat pada saat menjelang hari besar keagamaan dan nasional seperti gula pasir, tepung terigu, minyak goreng, daging sapi, daging dan telur ayam, serta barang konsumsi lainnya dan produk-produk Usaha Kecil Menengah, baik pangan maupun non pangan.

Ditempat yang sama, Ki Edi Susilo Selaku Founder Forum Masyarakat Berdaya mengatakan, Ini merupakan salah satu Gerakan Mandiri Pangan yang dilakukan oleh pemerintah provinsi Sumatera Selatan, dan kami sangat mengapresiasi karena ini adalah langkah dalam menuju kedaulatan pangan yang di mulai dari ketahanan pangan ke kedaulatan pangan.

“Kedaulatan pangan tidak akan mungkin terwujud jika tidak ada ketahanan pangan, Sumsel mandiri pangan harus di dukung karena memang sekarang dunia sedang krisis pangan,” Katanya.

Menurutnya, Gerakan Sumsel pangan mandiri ini harus terimplementasi sampai ke tingkatan paling bawah, dan harus bisa dirasakan oleh masyarakat Sumatera Selatan sehingga tidak ada lagi terdengar kabar tidak bisa makan, masih ada masyarakat yang di bawah prasejahtera yang kesulitan akses terhadap pangan.

“Harapan kami masyarakat Sumatera Selatan tetap jaga semangatnya karena Sumsel sedang menuju ke kedaulatan pangan, kita tak ingin ada stunting makanya kita dukung gerakan kedaulatan pangan ini,” Tukasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Melinda Julianti menuturkan, Kegiatan Focus Group Discucion (FGD) ini dilaksanakan oleh Forum Masyarakat Berdaya (FMB) ini diikuti peserta dari kalangan Pelajar, Mahasiswa dan Masyarakat Umum.

“Harapan kita dari kegiatan FGD ini bisa menemukan solusi persoalan kedaulatan pangan yang ada di Sumatera selatan ini, dan kepada para peserta bisa mengerti tentang kedaulatan pangan serta apa yang harus ditingkatkan agar bisa mewujudkan program dari Sumsel Mandiri Pangan,” Tutupnya.(Rudi).