Palembang – Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan terus berupaya mendorong pengurus koperasi yang hingga kini masih aktif memperluas kegiatan usaha untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional (PEN) dampak pandemi COVID-19.
“Pengurus koperasi perlu memperluas kegiatan usaha sehingga bisa mendukung program PEN serta meningkatkan pendapatan lembaga dan kesejahteraan anggota,” kata Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda, di Palembang, Jumat.
Menurut dia, pandemi COVID-19 yang telah berlangsung dua tahun itu menimbulkan dampak sosial dan ekonomi.
Dalam kondisi sekarang ini, lanjutnya, koperasi harus melakukan ekspansi atau perluasan kegiatan usaha sehingga bisa bertahan dan memiliki hasil usaha yang besar.
“Selama ini pengurus koperasi cukup puas dengan menekuni satu atau dua kegiatan usaha, padahal mereka bersama anggotanya berpotensi untuk melakukan pengembangan kegiatan usaha yang hasilnya dapat dibagikan lebih banyak kepada anggota,” ujarnya.
Koperasi yang dibentuk warga, komunitas, organisasi, perusahaan, dan instansi tertentu dalam wilayah 18 kecamatan di Bumi Sriwijaya ini, sebagian besar bergerak dalam penyediaan kebutuhan masyarakat dan simpan pinjam.
Dengan melakukan perluasan kegiatan usaha diharapkan dapat memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat sekitar dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi.
Untuk membentuk koperasi semua orang memiliki kemampuan, namun untuk bertahan dan berkembang menjadi unit ekonomi produktif sangat sulit karena diperlukan kerja keras dan dukungan semua anggota.
Pengelola koperasi di Ibu kota Provinsi Sumsel ini diminta untuk kreatif, sehingga dapat membaca peluang usaha yang mampu membawa lembaga ekonomi itu berkembang.
Selain itu, ujar Wakil Wali Kota, dapat menjadikan koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat untuk mendorong percepatan peningkatan kesejahteraan warga kota serta pemulihan ekonomi yang terpuruk dampak pandemi COVID-19. (Ant)








