Pemprov Sumsel Terus Upaya Turunkan Tingkat Risiko Penularan COVID-19

Palembang – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus berupaya menurunkan tingkat risiko penularan COVID-19 untuk memulihkan keterpurukan yang disebabkan pandemi virus corona baru tersebut.

“Tingkat risiko penularan COVID-19 di provinsi ini dalam beberapa bulan terakhir tergolong tinggi atau zona merah, namun kini pada September 2021 ini sudah berada di zona kuning bahkan beberapa kabupaten/kota mengarah ke zona hijau,” kata Gubernur Sumsel Herman Deru di Palembang, Kamis.

Untuk menurunkan tingkat risiko penularan virus itu, pihaknya berupaya menegakkan disiplin masyarakat dan pelaku usaha dalam mematuhi aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan protokol kesehatan secara ketat.

Aturan PPKM yang diberlakukan di tempat-tempat keramaian masyarakat, seperti pusat perbelanjaan/mal, restoran, kafe, dan tempat wisata, terutama terkait dengan batas maksimal jumlah pengunjung dan jam operasional yang harus dipatuhi.

Selain itu, penerapan protokol kesehatan seperti wajib memakai masker, mencuci tangan, dan menjauhi kerumunan harus benar-benar dilakukan pengawasan agar pelaksanaannya di lapangan optimal.

Jika penerapan aturan PPKM dan protokol kesehatan di lapangan longgar, katanya, berpotensi meningkatkan kembali risiko penularan COVID-19 yang dengan susah payah diturunkan.

Untuk menegakkan aturan PPKM dan disiplin prokes, pihaknya menurunkan anggota Satpol PP didukung anggota TNI/Polri. Mereka melakukan pengawasan dan penertiban aktivitas warga di tempat-tempat yang menjadi pusat keramaian.

Ia juga mengatakan bahwa perubahan status zona COVID-19 ke arah yang lebih baik, berkat dukungan dan semangat masyarakat yang ingin cepat memulihkan keadaan dari keterpurukan akibat pandemi.

Pihaknya juga mengapresiasi seluruh pemerintah kabupaten/kota di Sumsel karena telah bekerja dengan baik dalam menekan angka penularan COVID-19 dan melaksanakan program vaksinasi untuk menciptakan kekebalan kelompok. (Ant)