Smk Muhammadiyah 1 Palembang Wisuda 227 siswa dan 143 siswa Tahfidz

SUMSEL, SahabatRakyat-Pelepasan peserta didik kelas XII dan Wisuda Tahfidz SMK Muhammadiyah 1 Palembang TA 2021 – 2022 “Terbanglah Tinggi, Tetaplah Religi” bertempat di Hotel Aston, Kamis (2/6/2022).

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Drs. Riza Fahlevi mengatakan, “Pelepasan siswa ini kita berikan apresiasi sama seperti kemarin pelepasan muhammadiyah 2 dan muhammadiyah 6. Yang kita berikan apresiasi bisa kita katakan bahwa memang benar bahwa Muhammadiyah ini sudah bisa mendukung program pemerintah dalam hal ini pak gubernur  dan wakil gubernur 1 desa 1 rumah tahfidz,” katanya.

Riza menjelaskan, Dan ini salah satunya muhammadiyah beberapa lulusan dan wisudanya juga ada di tambah dengan wisuda tahfidz. Imbauan untuk sekolah-sekolah yang bukan Muhammadiyah itu bisa dicontoh. kalau bisa yang namanya literasi Al-Qur’an jangan ditinggalkan.

” Apalagi kita mayoritas islam. masuk sekolah ini karena sekolah ini sudah menjadikan pusat keunggulan di SMK yang ditunjuk oleh pemerintah pusat l. Kita bangga karena mempertahankan akan lebih berat, oleh karena itu kita bahu membahu apalagi kepala sekolahnya sudah ada standarisasi saya yakin kita bisa,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Sekolah SMK 1 Muhammadiyah Palembang, Dra. Tuti Sumarni menambahkan,  “Hari ini yang kita wisuda itu ada 227 siswa. Dan yang Tahfidz itu ada 143 siswa. Terdiri dari 15 orang 10 juz, 5 juz, 2 juz dan 1 juz. Yang 125 itu siswa yang kelas 12 juz 30,” ujarnya.

Tuti berharap, anak-anak ini nantinya menjadi orang-orang yang sukses, orang yang berkarakter, yang berwibawa, dan religi.

” Ada 3 jurusan akuntansi, BDP dan teknik komputer dan jaringan,” ungkapnya.

“Untuk tahun ajaran baru ada jurusan baru namanya Desain Komunikasi Visual. Target kita sampai 300 siswa,” kata tuti menambahkan.

” Pesan kami semoga anak-anak tersebut lebih meningkatkan keimanan, tingkatkan karakter sesuai dengan karakter, sesuai dengan karakter soft skill hard skill yang sudah kami berikan selama di sekolah,” tutupnya ( rudi )